"Kami institusi PAN menghormati keputusan beliau yang mundur, karena tentu sudah dipikirkan dengan baik. Akan tetapi, sebagai rekan berpartai sungguh kami sangat menyayangkan keputusan tersebut karena kedewasaan dalam berpolitik tidak ditunjukkan oleh Saudaraku Hanafi Rais," kata Mumtaz dalam keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Kamis (7/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mumtaz mengingatkan pada Kongres V PAN yang sempat diwarnai aksi ricuh tersebut, Zulhas nyatanya menang secara sah dengan angka telak
Putra ketiga Amien Rais itu mengklaim kericuhan yang terjadi di Kendari itu sudah selesai seiring berakhirnya kongres.
"Seluruh tokoh PAN dapat bersatu dan berupaya memberikan kontribusi terbaik untuk negara. Ada Saudaraku Hatta Rajasa, Soetrisno Bachir, Drajad Wibowo, Asman Abnur dll, yang mengesampingkan perbedaan untuk bersama-sama memajukan partai yang kita cintai ini," ujar Mumtaz.
Putra sulung pendiri PAN Amien Rais, Ahmad Hanafi Rais.(CNNIndonesia/Abi Sarwanto) |
Lebih lanjut, Mumtaz mengatakan sikap yang terlalu membawa perasaan (baper) yang ditunjukkan para saudara kandungnya itu tak akan memengaruhi pendirian politiknya.
"Saya juga ingin menggarisbawahi, bahwa sikap 'baper politik' yang dipertontonkan oleh Hanafi Rais serta adik-adiknya yakni Hanum Rais dan Tasniem Rais, tidak akan berpengaruh sama sekali kepada saya Mumtaz Rais," tegas dia.
Ia mengaku sudah mengambil jalan berbeda sejak insiden Pandean, yaitu kejadian pengusiran serta penganiayaan atas dirinya pada Februari 2020 karena perbedaan pilihan politik saat Kongres PAN.
"Saya memang masih cukup muda dalam berpolitik, namun saya paham tata krama. Saya tidak menganut mental mutungan, cengeng, dan melodramatik dalam berjuang untuk kebaikan," ujar Mumtaz yang juga meyakini ke depan akan ada lebih banyak kader PAN yang lebih gahar dan potensial.
Selain itu, ia mengatakan, mundurnya Hanafi Rais bisa jadi merupakan bentuk strategi ancang-ancang menghadapi persaingan Pilkada.
"Menjadi kepala daerah adalah cita-cita yang baik dan sah-sah saja, kami DPP PAN siap mendukung sepenuhnya jika itu adalah pilihan politik yang terbaik," ujar Mumtaz.
Amien Rais adalah pendiri sekaligus ketua umum pertama PAN pada masa Reformasi 1998. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Kemungkinan Hanafi mundur, kata dia, bisa juga disebabkan karena ingin lebih fokus sebagai sebagai akademisi dan bisa lebih mendekatkan diri dengan keluarga.
"Mengambil dan menyelesaikan program doktoral di luar negeri adalah sebuah keniscayaan," ujar pria yang terpaut empat tahun dari Hanafi tersebut.
Sebelumnya, pada Selasa (5/5) lalu, lewat surat, Hanafi menyatakan mundur dari kepengurusan DPP PAN dan juga dari DPR.
Banyak yang mengaitkan mundurnya Hanafi terkait situasi di PAN pascakongres di Kendari, dan rencana kubu Amien Rais membentuk partai baru. (yoa/kid)
Putra sulung pendiri PAN Amien Rais, Ahmad Hanafi Rais.(CNNIndonesia/Abi Sarwanto)
Amien Rais adalah pendiri sekaligus ketua umum pertama PAN pada masa Reformasi 1998. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)