"Kalau kita lihat sejak PSBB pertama untuk narkoba naik 650 persen," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (8/5).
Kendati demikian, Hendra berdalih kenaikan kasus narkoba itu terjadi karena upaya pihaknya yang lebih memprioritaskan memperkuat patroli keamanan di masa pandemi virus corona (covid-19) ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski kedua kasus kejahatan itu naik, namun secara umum sejumlah kasus kejahatan lain mengalami penurunan. Banyak angka kejahatan yang turun selama PSBB berlaku sejak 15 April lalu seperti kekerasan seksual, penipuan, penggelapan, perjudian, pembunuhan hingga kenakalan remaja.
"Biasanya tawuran kita banyak, ini tidak ada lagi Alhamdulillah," kata dia.
"Kalau ditotal ada kenaikan sekitar tiga persen keseluruhan kasus ya," imbuhnya.
Senada dengan Hendra, Erna mencatat terjadi penurunan angka kriminalitas terutama kekerasan sejak awal pandemi Covid-19 pada Maret lalu.
"Angka kriminalitas menurun dari Maret hingga Mei ini, karena orang-orang banyak yang tinggal di rumah saja," kata Erna.
Ia mengaku, penurunan angka kriminalitas terjadi karena pihaknya lebih giat melakukan patroli, sekaligus imbauan terkait protokol kesehatan covid-19 dan larangan mudik kepada masyarakat Kota Bekasi.
"Kita rutinitas melaksanakan patroli, karena adanya Covid-19 kami memberikan himbauan dan pembagian sembako, itu salah satunya menurunkan angka kriminalitas itu," terangnya.
"Selain itu, remaja yang nongkrong pakai sajam kita amankan, tapi tidak tawuran," kata dia.
Sebelumnya pada Rabu (6/4) lalu, Polri mengklaim bahwa jumlah kasus kejahatan yang terjadi di Indonesia mengalami penurunan hingga 19.9 persen dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.
Namun dengan catatan, klaim penurunan terjadi pada kasus kejahatan umum, sedangkan kasus kejahatan jalanan mengalami kenaikan. (khr/osc)