Penyebaran COVID-19 yang terbilang cukup mudah justru membuat Achmad waswas jika harus pulang kampung di masa pandemi seperti sekarang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menganggap pilihan tak pulang kampung bukan berarti tak cinta dengan keluarga, malah sebaliknya keputusan tersebut merupakan bentuk rasa sayang meski tak bertatap muka secara langsung.
"Meskipun saya enggak pulang, saya masih bisa berkomunikasi lah karena sekarang ada video call dan telepon. Nah itu yg saya gunakan untuk silaturahmi sama keluarga" tutur dia.
Lihat juga:Wakil Wali Kota: Tegal Nihil Corona |
"Misalnya saya telepon sama ibu atau vidcall ibu, ibu harus ke sawah dulu," ungkapnya.
Dengan kemudahan teknologi saat ini, Achmad menilai keputusan untuk tidak mudik bukan perkara sulit. Menurutnya calon-calon pemudik pun bisa menggunakan sarana yang sama seperti dirinya untuk melepas rindu dengan sanak famili tanpa memperparah penyebaran virus corona.
"Silaturahmi enggak harus ketemu dengan fisik tapi bisa lakukan dengan media yg ada saat ini seperti vidcall atau Whatsap," lanjutnya.
Pemerintah berulang kali menyerukan masyarakat untuk tidak mudik. Aturan mengenai larangan mudik itu juga telah dituangkan dalam Permenhub nomor 25 tahun 2020.
Di balik polemik aturan pemerintah, satu yang pasti bagi Achmad, ia tetap memastikan tak mudik tahun ini.
"Karena saya ada di daerah Jakarta, di mana Jakarta masuk zona merah dan penularannya sangat berbahaya," pungkasnya. (nva)