"Pemda itu sering telat melaporkan karena belum selesai pemeriksaan pasien. Pemerintah pusat itu mengumumkannya setiap jam sekian, nah di daerah itu kadang belum masuk datanya, sehingga besoknya berubah, terjadi revisi," kata Mahfud saat menggelar Rapat Kerja Komite I DPD secara daring, Jumat (8/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin dikatakan positif ternyata besoknya enggak. Yang begitu yang sering menimbulkan kesimpangsiuran data," kata dia.
"Pembetulan segera dilakukan, sehingga bukan tidak terjadi koordinasi," kata dia.
Sementara jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 244.480 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) 29.087 orang.
Dari data tersebut, jumlah ODP hari ini meningkat sebanyak 1.025 orang dibanding Kamis (7/5) dan jumlah PDP meningkat sebanyak 579 orang.
Juru Bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyatakan bahwa wabah virus corona di Indonesia akan mulai mereda pada Juni hingga Juli mendatang.
"Optimisme kita untuk meredakan wabah covid-19 di bulan Juni, Juli adalah tantangan kita bersama, karena kuncinya adalah kita semua untuk disiplin dan patuh tetap di rumah, tidak bepergian dan mudik, cuci tangan dengan sabun, selalu gunakan masker," kata dia saat memberi keterangan pers di Graha BNPB. (tst/wis)