Layanan bus AKAP ini diketahui mulai beroperasi pada Sabtu (9/5) kemarin pada pukul 13.00 WIB.
"Layanan bus AKAP Jabodetabek itu hanya di terminal Pulogebang," kata Syafrin saat dihubungi, Minggu (10/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada 68 perusahaan otobus dengan 300 armada yang akan dioperasikan," terang Syafrin.
Untuk pengawasannya, kata Syafrin, bus bakal dilengkapi dengan barcode sehingga memudahkan kepolisian melakukan pengecekan.
Selain itu, akan dibuat pula daftar penumpang. Hal ini untuk memastikan penumpang di dalam bus sesuai dengan daftar.
"Bus yang diizinkan beroperasi dilengkapi dengan stiker dan barcode. Jadi polisi bisa mengecek barcode, kemudian mencocokkan data penumpang," tutur dia.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya mengumumkan pelonggaran akses moda transportasi di tengah pandemi corona. Kebijakan ini merupakan turunan dari Permenhub 25/2020.
"Rencananya Gugus Tugas Covid-19 yang akan mengumumkan. Intinya adalah penjabara, bukan relaksasi. Dimungkinkan semua moda angkutan udara, kereta api, laut dan bus kembali beroperasi dengan catatan harus pakai protokol kesehatan," kata Budi.
Layanan bus AKAP dan AKDP sempat dihentikan sejak kebijakan larangan mudik diberlakukan pada 24 April lalu. Penghentian pelayanan sementara ini berlaku di seluruh terminal bus di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek). (dis/nma)