Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nizar Ali berharap Saudi segera mengabarkan kepastian penyelenggaraan haji tahun 2020. Sebab mereka akan mulai memasuki masa libur musim panas pada Rabu (13/5).
"Harapan kami, tanggal 19 Ramadan atau 12 Mei sudah ada keputusan," ujar Nizar dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (7/5).
Awalnya, Saudi mengabari Indonesia bahwa akan membuat pengumuman pada akhir April. Namun rencana itu diundur paling lambat 12 Mei. Hingga H-1 tenggat waktu, belum ada kabar dari Saudi atau pernyataan dari Kemenag.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI bersama Kemenag, Rabu (15/4), Nizar mengatakan Kemenag membutuhkan waktu minimal 25 hari untuk finalisasi persiapan pemberangkatan jemaah haji dari Indonesia.
Kemenag hingga saat ini belum memutuskan apakah akan memberangkatkan jemaah haji Indonesia atau tidak. Namun persiapan penyelenggaraan haji tetap berjalan.
Tahun ini Indonesia menerima kuota haji sebanyak 221.000. Kuota itu terdiri dari 203.320 kuota haji reguler dan 17.680 kuota haji khusus.
Arab Saudi sendiri sudah berencana membuka kembali dua masjid suci umat Islam, Masjid Nabawi dan Masjidil Haram bagi umat muslim di seluruh dunia.
Kepala Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci, Syekh Abdul Rahman Al-Sudais mengatakan Masjid Nabawi dan Masjidil Haram akan kembali dibuka dalam waktu dekat.
"Hari-hari (akan datang) ketika kesedihan telah sirna bagi umat Islam dan kami akan kembali membuka Dua Masjid Suci untuk tawaf, sa'i, salat di Al Rawdah Sharif, dan berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW," tulis Syekh Al-Sudais dalam unggahan di media sosial.
Kerajaan Arab Saudi juga memutuskan memasang gerbang khusus untuk menyemprotkan cairan disinfektan di pintu masuk Masjidil Haram, sebagai tindakan antisipasi menekan penyebaran virus corona.
Seluruh pengunjung Masjidil Haram wajib melewati alat tersebut. Pengurus juga akan membersihkan perangkat itu secara berkala setelah digunakan.
Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud mengizinkan kegiatan salat Tarawih selama Ramadan di Masjidil Haram, tetapi para jemaah wajib menjaga jarak. Setelah itu, Masjidil Haram kembali ditutup untuk menghindari potensi penularan virus corona. (dhf/wis)