"Kita lihat tren peningkatan kasus konfirmasi positif meningkat. Kenapa? Karena kemampuan kita untuk testing semakin besar. Jadi setiap kita lakukan testing dengan jumlah banyak sangat mungkin yang terkonfirmasi positif juga banyak," ujar Doni dalam jumpa pers melalui siaran langsung akun Instagram Sekretariat Kabinet, Senin (11/5).
Doni mengatakan terdapat sejumlah kelompok yang diprioritaskan untuk melakukan tes corona. Di antaranya adalah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan orang yang pernah kontak erat dengan pasien positif corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah pemeriksaan terbanyak yang dilakukan adalah 9.630 pada 8 Mei lalu. Namun jumlah itu kemudian menurun ke angka 7.100 hingga 7.300 spesimen saja.
Untuk itu, Doni mengatakan pihaknya telah berupaya memberi arahan kepada seluruh lab di Indonesia untuk merekrut personel baru termasuk melibatkan bantuan dari TNI/Polri. Selama ini personel yang bertugas di lab terbatas sehingga pengujian tak bisa dilakukan tiap hari.
Data pasien positif corona per 10 Mei 2020 diketahui mencapai 14.032 orang. Dari jumlah tersebut jumlah pasien meninggal sebanyak 973 orang dan pasien sembuh 2.698 orang.
Jumlah kasus terbanyak masih didominasi Jakarta dengan 5.056 kasus. Sementara Jawa Timur berada di posisi kedua disusul Jawa Barat. (ain/psp/ain)