Tim SAR Evakuasi Pesawat MAF yang Jatuh di Danau Sentani

CNN Indonesia | Selasa, 12/05/2020 10:30 WIB
Petugas mengevakuasi pesawat latih yang jatuh di sungai Cimanuk, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (23/7/2019). Petugas gabungan berhasil mengangkat badan pesawat Cessna 172 dengan nomor registrasi PK-WUG dari dasar sungai dan selajutnya dilakukan investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/aww. Ilustrasi pesawat jatuh. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesawat dengan kode penerbangan PK-MEC milik Mission Aviation Fellowship (MAF) yang jatuh di kawasan Danau Sentani, Papua, telah dievakuasi pada Selasa (12/5). Tak ada penumpang dalam kecelakaan tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan pesawat itu hanya melakukan pengangkutan logistik berupa bahan sembako.

"Pesawat dengan register PK-MEC direncanakan terbang dari bandara udara Sentani, Kabupaten Jayapura menuju Distrik Mamit Kabupaten Tolikara dengan membawa bahan sembako dan tidak berpenumpang," kata Musthofa melalui keterangan resmi, Selasa (12/5).


Musthofa menjelaskan pesawat yang membawa sembako itu diawaki oleh seorang pilot bernama Joyce Chaisin Lin yang merupakan perempuan 40 tahun berkebangsaan Amerika Serikat.

Dalam insiden itu, pilot dinyatakan meninggal dunia dan telah dievakuasi ke RS Bhayangkara, Jayapura.

"Setelah dilakukan pencarian terhadap pilot, tim gabungan berhasil menemukan pilot di sekitar lokasi jatuhnya pesawat, selanjutnya pilot dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura," lanjut dia.

Hingga saat ini, pihak tim SAR gabungan telah mengevakuasi badan pesawat yang tenggelam di dasar danau. Hanya saja, belum diketahui pasti penyebab kecelakaan pesawat tersebut.

"Diketahui bahwa saat setelah melakukan take-off landasan pacu Bandara Sentani, dan saat pesawat berada di atas danau pesawat secara tiba-tiba langsung jatuh ke danau Sentani Kabupaten Jayapura," kata Musthofa.

Dia menjelaskan kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 06.27 WIT. Saat itu pesawat jenis Kodiak K-1000 PK-MEC milik MAF melakukan penerbangan dari Bandara Sentani menuju Distrik Mamid, Kabupaten Tolikara.

"Pukul 06.29 WIT, pilot memanggil tower 'mayday' dan diminta RBT (pendaratan darurat), kemudian petugas tower memanggil namun tidak ada jawaban dari pilot," lanjut dia.

Meski begitu, Musthofa menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut tidak berdampak pada arus penerbangan di Bandara Sentai, Kabupaten Jayapura. (mjo/pmg)

[Gambas:Video CNN]