Pelaku Pembunuhan di Sawah Besar Korban Pemerkosaan

CNN Indonesia | Kamis, 14/05/2020 18:47 WIB
A woman's hands in front of her face. Ilustrasi pelecehan seksual (Istockphoto/Markgoddard)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gadis berusia 15 tahun berinisial NF yang menjadi pelaku dugaan pembunuhan anak berusia 6 tahun ternyata juga merupakan korban pelecehan seksual. Kini, NF dinyatakan hamil akibat pelecehan seksual.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat mengatakan hal itu diketahui usai NF menjalani pemeriksaan fisik dan psikologis di RS Polri Kramat Jati.

"Terungkap bahwa NF juga menjadi korban kekerasan seksual oleh tiga orang terdekatnya hingga kini hamil 14 minggu," kata Harry dalam keterangannya, Kamis (15/4).


Harry mengatakan bahwa NF berada dalam dua posisi, yakni sebagai pelaku pembunuhan dan korban pelecehan seksual.

"Kasus kedua juga perlu diselidiki untuk mendapatkan kesimpulan logis mengapa anak ini melakukan tindak kekerasan," ujarnya.

Usai menjalani pemeriksaan di RS Polri Kramat Jati, kata Harry, NF saat ini berada di Balai Anak Handayani Jakarta Timur untuk menjalani proses rehabilitasi sambil menunggu proses peradilan.

Harry menyebut kondisi NF saat ini sudah jauh lebih baik secara fisik, psikis, sosial, dan spiritual. Secara sosial, kata Harry, NF sudah mulai terbuka dengan petugas untuk menceritakan permasalahannya.

"NF bahkan meminta untuk tetap berada di Balai Anak Handayani Jakarta dan ingin mengurus sendiri anaknya setelah lahir," ucap Harry.

Kasus yang melibatkan NF terungkap pada Maret lalu. NF diduga melakukan pembunuhan bocah berusia 6 tahun diungkap Polsek Metro Taman Sari Jakarta Barat pada 6 Maret. Ia menyerahkan diri saat hendak berangkat ke sekolah.

Dugaan pembunuhan itu terjadi saat korban tengah bermain di rumah NF yang berlokasi di Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Kamis (5/3). Mereka berdua diketahui kerap bermain bersama.

Dari pemeriksaan awal, NF mengaku suka menonton film horor, salah satunya Chucky. Selain itu, NF juga memiliki tokoh favorit yakni Slender Man.

Dalam perkara ini, polisi menerapkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) terhadap NF. (dis/bmw)

[Gambas:Video CNN]