Belum lagi, pemerintah sudah dalam tataran persiapan menghadapi virus corona gelombang kedua (second wave) yang sudah terjadi di beberapa negara. Agus mengingatkan sinergi antarkementerian, lembaga dan gugus tugas harus diperbaiki.
"Harusnya yang berkuasa kan ketua Gugus Tugas yang memutuskan kebijakan penanganan Covid-19, ego sektoral dan campur tangan pembantu presiden ini perlu diperhatikan. Mengacaukan langkah penanganan pandemi," ujar Agus saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (15/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak campur tangan kementerian dan lembaga," tegas Agus.
Agus kemudian mengkritisi langkah pemerintah yang seakan-akan mengarahkan masyarakat pada herd immunity. Salah satunya, pelonggaran PSBB. Padahal menurut Agus, penegakan hukum yang lemah yang membuat aturan PSBB banyak dilanggar.
DKI Jakarta misalnya, kata dia, telah dibuat Pergub Nomor 41 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggar PSBB. Menurut pergub tersebut, ada beberapa sanksi yang dapat dikenakan pada pelanggar PSBB, mulai dari teguran tertulis, kerja sosial hingga denda paling banyak Rp250 ribu.
Agus juga mengkritisi data dan eksekusi bantuan sosial (bansos) yang tidak tepat sasaran.
"Masa sudah 7 kali ganti presiden pendataan warga miskin masih salah, anggaran bansos kan besar sekali, apa mungkin dikorupsi?," ucapnya.
Agus menyarankan pembentukan integrator untuk mendata warga miskin secara real time, agar tidak terjadi lagi kesalahan pendistribusian bansos. Kementerian dan Bappenas menurut Agus tidak bekerja maksimal untuk perkara bansos.
"Harus ada data integrator data, ini mesti dibentuk karena Bappenas dan kementerian terkait tidak maksimal kerjanya," kata Agus.
Sebelumnya, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan siap mengantisipasi gelombang kedua pandemi Virus Corona di Indonesia. Namun, ia mengingatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan dapat mencegah gelombang kedua tersebut.
Warga, katanya, harus tetap disiplin menerapkan perilaku hidup sehat dan tetap menjaga jarak.