Ada yang tak biasa dari pria yang bernama Fahrozi ini. Ia mengayuh becak hanya dengan kaki kirinya karena sejak 2014, kaki sebelah kanannya terpaksa diamputasi hingga bawah lutut. Di becaknya, ia menaruh dua tongkat untuk membantunya berjalan saat turun atau menaiki becak.
Ditemui saat menunggu orang menggunakan jasanya Fahrozi menuturkan penyebab satu kakinya diamputasi.
"Waktu itu saya dari Magelang mau ke Yogya, mau naik bus karena jaraknya jauh dari rumah. Saya jalan kaki, sampai dekat makam Pahlawan, kaki saya terperosok di kubangan. Saya sudah tidak ingat apa-apa, tahu-tahu saya tersadar sudah di rumah sakit. Ternyata saya jatuh di kubangan yang ada apinya," cerita Fahrurozi, saat ditemui CNNIndonesia.com, di Mandala Krida Yogyakarta, Jumat (15/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari kecil saya tidak ingin merepotkan ataupun merugikan orang lain. Sebisa mungkin bekerja mencari nafkah supaya bisa makan," tuturnya dalam bahasa Jawa.
Fahrurozi mengaku sejak usia 8 tahun meninggalkan kampung halaman untuk bekerja serabutan di Yogyakarta. Hingga pada akhirnya memutuskan menjadi tukang becak sekitar tahun 1990, sebelum kecelakaan menimpanya sekitar tahun 2013 silam.
"Pernah juga saya mengantar seorang penumpang tidak dibayar karena dia mengaku tak punya uang. Saya tidak apa-apa," ucapnya.
Fahrurozi kehilangan satu kakinya karena kecelakaan tahun 2013. (CNNIndonesia/Trie) |
"Sekarang setiap hari tinggal dekat Taman Pintar, kadang tidur di becak. Kalau mandi di Masjid atau dekat pasar Beringharjo, bayar Rp2.000," jelasnya.
Ia optimis selalu ada jalan rejeki, meskipun di Yogyakarta tukang becak jumlahnya ribuan. Terkadang Fahrurozi mendapatkan uluran tangan dari para dermawan yang bertemu di jalan. Termasuk di sela-sela wawancara dengan CNNIndonesia.com, seorang pengguna jalan menyerahkan paket sembako untuknya.
Selain itu, dirinya juga pernah mendapatkan beberapa bantuan dari Pemkot Yogyakarta, dan organisasi lainnya termasuk untuk pengobatan saat dirinya harus menjalani perawatan di rumah sakit sebelum dan pasca amputasi.
(sut/jal)
Fahrurozi kehilangan satu kakinya karena kecelakaan tahun 2013. (CNNIndonesia/Trie)