Desmon mengungkapkan hal yang paling menyakitkan adalah cara atau tindakan masyarakat pada dirinya. Hal itu dirasakan selama melakukan isolasi mandiri di rumah dan setelah dinyatakan sembuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami yang terdampak ini seharusnya mendapatkan dukungan moral dari masyarakat, bukan dikucilkan," ucap dia.
Desmon juga mengatakan pola makannya diatur sedemikian rupa agar bisa cepat sembuh dari serangan virus corona. Selain itu, ia rutin mengonsumsi vitamin.
"Selain keluarga, [kondisi] saya juga terus dipantau oleh petugas kesehatan Puskesmas, pagi, siang, malam. Saya terus dihubungi oleh petugas kesehatan, menanyakan perkembangan dan lainnya," sebutnya.
Hal senada disampaikan pasien sembuh lainnya. Dedi Irwan (53) yang mengaku terus mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan imun tubuh. "Saya juga mengkonsumsi madu, herbal, vitamin, minyak zaitun, air zam-zam dan hal lainnya," ujarnya.
Salah satu yang terpenting, kata dia, pasien positif covid-19 harus selalu keadaan yang nyaman dan tenang. "Berprasangka baik dan jadikan ini sebagai waktu untuk memperbaiki diri. Jangan lupa terus mengikuti anjuran dari pemerintah," sebutnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz mengimbau agar masyarakat tidak mengucilkan pasien positif yang telah sembuh dan tidak merusak suasana hati dari pasien positif yang tengah berjuang untuk sembuh.
"Ini bukan aib. Setelah pasien dinyatakan sembuh berarti memang pasien itu sudah sembuh. Karena kami menyatakan sembuh bukan sembarangan saja," kata dia.
"Sebenarnya dari hasil tracing kita ada empat yang sembuh, namun satu tercatat pasien di Agam dan satu lagi di Lima Puluh Kota," ujarnya. (ant/jal)