Jika ada, vaksin yang dimaksud juga belum tentu cocok dengan virus corona yang menyebar di Indonesia. Siti mengingatkan ada konsekuensi jika bergantung kepada Bill Gates dan rekan-rekannya.
"Di samping itu kalau kita mendengarkan Bill Gates dan kawan-kawan yang sudah invest dananya di dalam bisnis vaksin dunia, mau tidak mau kita ya harus ikutin maunya mereka maka kita harus perpanjang PSBB, diam saja di rumah. Ekonomi kita akan nyungsep lebih dalam lagi sampai 2021 berakhir," kata Siti dalam tulisannya yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (17/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siti tahu Bill Gates berupaya menghentikan wabah virus corona dengan vaksin yang direncanakan selesai dibuat 18 bulan ke depan. Akan tetapi, Siti mengatakan bahwa Bill Gates sendiri juga tidak menjamin masyarakat bisa beraktivitas kembali seperti biasa jika vaksin telah ditemukan.
"Kita harus hati-hati di sini, berarti vaksin yang sedang mereka bikin berasal dari virus yang karakternya berbeda dengan vìrus yang ada di Indonesia, maka tidak akan kompatibel dengan kita (tidak cocok sehingga tidak akan efektif)," kata Siti.
"Rasanya sudah cukup masyarakat diam di rumah sudah, tidak bekerja normal, tidak sekolah seperti biasanya. Sampai kapan kita harus mulai? Presiden sudah tiup peluit, memukul genderang untuk bergerak tapi semoga aturan pemerintah tidak bertambah banyak," katanya.
Siti pun menyampaikan bahwa masyarakat di Wuhan, China telah kembali memulai kehidupan baru setelah pandemi virus corona menggunakan obat tradisional, bukan vaksin. Diketahui, virus corona disebut-sebut pertama kali muncul di wilayah Wuhan.
Oleh karena itu, Siti menilai pemerintah Indonesia perlu mengambil keputusan yang efektif tepat sasaran disertai komunikasi yang searah. Dengan begitu, publik tidak bingung jika komunikasi disampaikan dengan jelas oleh pemerintah.
Hingga Minggu (17/5), pemerintah pusat mengumumkan telah ada 17.520 orang yang positif terjangkit virus corona. Sebanyak 4.129 di antaranya sembuh dan 1.148 meninggal dunia akibat Covid-19.