Pantauan CNNIndonesia.com, lapak pedagang kaki lima pakaian sudah dipadati pembeli sejak pukul 09.30 WIB pada Senin (18/5), terutama di kawasan Blok F.
Para pedagang yang memiliki toko di dalam gedung masih tutup. Namun, banyak pedagang yang membuka lapak di luar dan lorong-lorong gedung. Mereka mengabaikan keberadaan personel Satpol PP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga memadati pedagang kaki lima sekitar jalan Jatibaru, Tanah Abang, Minggu kemarin. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono). |
Keramaian di Tanah Abang sudah terlihat sejak Minggu lalu (17/5). Tidak sedikit warga yang datang untuk membeli pakaian jelang hari lebaran. Berdesakan, bagi mereka, tidak jadi masalah.
Selama PSBB, warga harus membatasi kegiatan di luar rumah dan menjaga jarak dengan orang lain. Akan tetapi, ketentuan-ketentuan semacam itu seolah tidak berlaku di tempat-tempat seperti Pasar Tanah Abang.
Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa pedagang kaki lima dilarang berjualan selama PSBB berlaku.
"Apalagi saat corona gini [PKL Tanah Abang] kita semua ditertibkan, tidak boleh dagang. PKL ini karena urusan perut kan, apalagi masa corona ini, enggak dagang, enggak makan, kita tertibkan nongol lagi" kata Riza kepada CNNIndonesia.com, Minggu (17/5).
Warga memadati pedagang kaki lima sekitar jalan Jatibaru, Tanah Abang, Minggu kemarin. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono).