Belajar dari Youtube, Tito Sebut Corona Tak Kuat Ultraviolet

CNN Indonesia | Selasa, 19/05/2020 17:55 WIB
Mendagri Tito Karnavian saat pemberian penghargaan Swasti Saba Kab/Kota Sehat 2019, di Kementerian Dalam Negeri. Jakarta, Selasa, 19 November 2019. CNNIndonesia/Adhi Wicaksono. Mendagri Tito Karnavian saat ini tengah menggeluti virologi dari konten Youtube untuk mencari lebih dalam tentang virus corona dan bagaimana mengatasinya. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut virus corona (Covid-19) tidak kuat terpapar gelombang ultraviolet (UV). Hal itu ia sampaikan saat memberi pengarahan kepada Wali Kota Bogor Bima Arya dan Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin.

Tito mengatakan hal itu ia ketahui dari dua penelitian asal China. Meski begitu Tito tidak menjabarkan judul, nama peneliti, dan literatur penelitian yang ia kutip.

"Penelitian di China, dua tim, sekarang dikonfirmasi oleh Amerika Homeland Security Kepala Research and Development, dia (virus corona) tidak kuat dengan ultraviolet," kata Tito dalam pidato yang disiarkan langsung akun Instagram @kemendagri, Selasa (19/5).
Tito berkesimpulan hal ini yang menyebabkan kasus corona meledak di sejumlah negara di belahan utara, seperti China, Italia, Jerman, dan Amerika Serikat. Dia bilang negara-negara itu sedang menjalani musim dingin saat corona pertama kali merebak.


Mantan Kapolri tersebut berkata Indonesia beruntung karena disinari matahari sepanjang hari. Sebab, kata dia, salah satu sumber ultraviolet adalah sinar matahari.

"Maka kalau orang Indonesia enggak apa-apa, berjemur matahari itu paling bagus. Kita handphone, barang-barang yang dicurigai, taruh saja di sinar matahari," ucapnya.
Tito bilang ada dua cara menghilangkan corona. Pertama, menghancurkan protein RNA yang berada di dalam. Hal ini hanya bisa dilakukan dengan gelombang ultraviolet.

Sementara lapisan luar berupa selaput lemak bisa dihancurkan dengan sabun, alkohol, chlorine. Tito mengaku sedang menggeluti virologi dari konten Youtube.

"Covid ini hanya dua bagian saja, bukan benda mati, bukan juga benda hidup. Makanya saya sedang ikuti kursus di Youtube tentang virologi, biar belajar," ucapnya.

"Maka metodenya cuma dua: menyerang ptotein RNA-nya atau menyerang lapisan lemak," lanjut dia.

Keampuhan ultraviolet dalam melawan corona sempat jadi perdebatan publik. Kepala Bidang Pengelolaan Penelitian Kimia LIPI, Akhmad Darmawan mengatakan UVC belum tentu bisa membunuh virus corona dan virus lainnya.

"Kalau sinar UVC itu tidak jamin bisa bunuh virus tapi bisa bunuh bakteri. Kalau bisa bunuh virus itu studinya belum banyak lampu UV itu tidak bisa jamin bisa bunuh virus," kata Akhmad saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (20/3).

Diketahui, virus corona sendiri menjadi wabah pada negara-negara yang memiliki paparan sinar matahari tinggi di garis khatulistiwa. Brasil saat ini menjadi negara dengan jumlah kasus keempat tertinggi di dunia dengan 255 ribu positif corona per Selasa (19/5), sementara Ekuador di posisi ke-22 dengan 33.500 lebih kasus positif corona. Sementara itu, Kolombia yang juga berada di khatulistiwa berada di posisi ke-39 negara jumlah kasus terbanyak dengan lebih dari 16 ribu kasus. (dhf/gil)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK