Keterangan itu disampaikan Yurianto untuk menanggapi sejumlah kabar yang simpang-siur terkait klaim penemuan obat atau vaksin untuk Covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu, dalam situasi seperti ini, pemerintah pun menegaskan bahwa satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah menekan penyebaran virus Covid-19.
Dia terus mengimbau masyarakat dapat mulai menerapkan hal tersebut dengan membiasakan pola hidup sehat sesuai dengan protokol yang sudah disiapkan oleh pemerintah.
Dengan begitu, penyebaran Covid-19 pun dapat terputus sampai obat ataupun vaksin yang sedang diteliti dapat diciptakan.
Kendati demikian, Yuri mengatakan kebiasaan tersebut harus diadaptasikan sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dan produktif dengan mengedepankan prinsip-prinsip keamanan dari Covid-19.
"Inilah yang kemudian menjadi perubahan perilaku mendasar, yang kita sebut sebagai normal baru," pungkas Yuri.
Sebelumnya, Yuri sempat menyinggung bahwa Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa penyakit yang telah menjadi pandemi global ini tidak akan bisa dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, pemerintah pun mulai mengimbau agar masyarakat membiasakan hidup dalam tatanan kebiasaan normal yang baru (The New Normal).
Kebiasaan itu seperti rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menggunakan masker saat terpaksa harus berpergian di luar rumah, menghindari kerumunan massa, dan juga menjaga jarak fisik saat berinteraksi dengan orang lain (physical distancing).
Kepala Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) Ketut Gede Mudiarta mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan uji coba terhadap sejumlah tumbuhan yang berpotensi sebagai anti virus corona. Hasilnya, disimpulkan tanaman eucalyptus paling efektif menangkal virus corona karena memiliki kandungan senyawa aktif 1,8-cineole (eucalyptol).
"Kemudian, beberapa prototype teknologi berbasis minyak eucalyptus sebagai anti virus dihasilkan atas kolaborasi beberapa unit kerja dibawah Balitbangtan," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, dikutip Senin (18/5). (mjo/bac)