Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan beberapa wilayah yang berpotensi mengalami cuaca buruk tersebut antara lain Aceh, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung.
Khusus untuk Lampung, ia mengharapkan masyarakat untuk lebih waspada dengan mempersiapkan diri agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), beberapa bencana hidrometeorologi telah terjadi secara bertubi-tubi di sejumlah wilayah di Indonesia sejak Selasa (19/5) dini hari.
Bencana alam tersebut terjadi akibat pengaruh anomali cuaca dan pancaroba. Adapun rentetan bencana tersebut meliputi abrasi pantai di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh pada Selasa (19/5) yang mengakibatkan sedikitnya 26 kepala keluarga atau 82 jiwa terdampak.
Banjir juga merendam sedikitnya 1.042 rumah, empat sarana pendidikan, dua rumah ibadah, satu sarana kesehatan, tiga perkantoran dan 175 hektare sawah di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan pada Selasa (19/5), pukul 01.00 Wita. Pada laporan yang diterima hingga Rabu (20/5), pukul 14.00 WIB, banjir bertahan dengan tinggi lebih dari 60 sentimeter.
Banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, di Kecamatan Pahunga Lodu pada Rabu (20/5), pukul 02.00 Wita. Banjir menyebabkan dua rumah hanyut terbawa arus banjir, 44 lainnya tergenang, dan memaksa 230 jiwa mengungsi ke Balai Desa Kaliuda.
(antara/agt)