Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan kepadatan terjadi karena penyekatan arus mudik dan pengecekan disiplin Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan petugas di lapangan.
Pengetatan dilakukan di lokasi check point dengan menambah jumlah petugas gabungan. "Polri tidak ada penambahan tapi, ditambah dari instansi terkait Dinas Perhubungan," ujarnya kepada CNNIndonesia.com Kamis (21/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun jumlah kendaraan yang diminta memutar balik di tol Cikampek sejak 24 April lalu mencapai 7.907 kendaraan. Berdasarkan jenisnya, 4.956 kendaraan yang diminta putar balik adalah kendaraan pribadi dan 2.951 adalah kendaraan umum.
Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mencatat total 214.014 kendaraan meninggalkan Jakarta via tol Cikampek melalui arah Timur, arah Barat dan arah Selatan.
Angka ini turun 60 persen dari lalu lintas (lalin) di periode Lebaran tahun 2019. Untuk distribusi lalu lintas di ketiga arah adalah sebesar 39 persen dari arah timur, 36 persen dari barat dan 25 lainnya dari selatan.
Sementara kendaraan yang meninggalkan Jakarta dari arah Barat berasal dari GT Cikupa Jalan Tol Merak-Tangerang dan dari arah Selatan
berasal dari GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi. (hrf/agt)