Pantauan CNNIndonesia.com sekitar pukul 07.00 hingga 09.00 WIB, kepadatan bahkan semakin meningkat seiring warga yang terus berdatangan.
Kondisi itu diperparah lokasi pasar yang berada di pinggir jalan sehingga kerumunan pembeli dan pedagang juga ditambah dengan pengendara, hingga melanggar
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harapan kami di pagi hari ini mari jaga keamanan ketertiban dan kesehatan kita. Semuanya ya. Apalagi yang hanya sebentar berbelanja. Jangan remehkan masker. Penyakit mah enggak pake sebentar," lanjut dia.
Sementara itu, salah seorang pedagang pasar, Nardi, mengaku sudah terbiasa berada dalam kerumunan selama berjualan meski takut terinfeksi virus corona.
Nardi membenarkan bahwa jumlah warga yang berbelanja memang bertambah hari ini. Ia memperkirakan kondisinya akan bertahan hingga tiga hari ke depanmen jelang Lebaran.
Sementara itu, seorang pembeli bernama Tobing juga mengaku takut berada dalam kerumunan selama berbelanja. Perempuan berusia 63 tahun itu, oleh karenanya selama berbelanja terus mengenakan masker dan membawa handsanitaizer.
"Takut juga. Tapi butuh juga. Makanya selalu bawa handsanitaizer, sarung tangan. Ya pokoknys perlengkapan yang dianjurkan," kata dia.
Tangerang Selatan sendiri masih berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 31 Mei mendatang.
Di sisi lain, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengaku keramaian di sejumlah tempat umum seperti bandara dan pasar selama PSBB tak dapat dihindari.
"Mengenai pusat perbelanjaan dan beberapa pasar yang buka ini adalah cara memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar Wiku dalam jumpa pers, Rabu (20/5).
(thr/stu)