Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan bahwa orang yang terlibat baku pukul adalah Habib Umar Abdullah Assegaf, pimpinan organisasi keagamaan di Pasuruan. Hal itu didapat dari hasil penelusuran nomor polisi di mobil yang dipakai Umar.
"Iya (Habib Umar Abdullah Assegaf), nama itu kami dapat sesuai identitas tercantum dalam kepemilikan kendaraan," kata Truno saat dihubungi, Kamis (21/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika dilakukan pemeriksaan didapati tidak menggunakan masker, kemudian kapasitas mobil lebih dari 50 persen, jadi kalau jenis sedan seperti itu harusnya maksimal 3 orang, 1 supir depan, dua penumpang di belakang. Sedangkan kondisi di mobil saat itu full 5 orang," kata Teddy saat dihubungi.
Dalam video yang beredar, Habib Umar Abdullah Assegaf sempat berbicara dengan petugas kepolisian dan Satpol PP yang berada di lokasi. Dia protes mengapa tidak boleh masuk ke Kota Surabaya.
Hingga kemudian, terjadi saling dorong dan memukul antara Habib Umar Abdullah Assegaf dengan seseorang yang memakai pakaian Satpol PP. Petugas lain yang ada di lokasi lalu memisahkan mereka. Habib Umar Abdullah Assegaf tetap tidak boleh masuk Kota Surabaya.
"Kejadian kemarin itu sangat kami sayangkan," kata Teddy.
Protokol kesehatan harus dipatuhi, seperti menjaga jarak dan memakai masker. Kendaraan juga tidak boleh diisi penuh. Hanya boleh 50 persen dari batas maksimal kendaraan.
Hingga berita ini diturunkan, CNNIndonesia.com masih berupaya menghubungi pihak Umar Abdullah Assegaf. (frd/bmw)