Banjir Melanda Lima Provinsi, Ratusan Rumah Warga Terendam

CNN Indonesia | Sabtu, 23/05/2020 13:59 WIB
Warga berjalan menerobos banjir di Kotasari, Grogol, Cilegon, Banten, Senin (4/5/2020). Banjir yang terjadi akibat tanggul Kali Ciore jebol setelah diguyur hujan sejak Minggu (3/5) malam itu mengakibatkan ratusan rumah dan jalan terendam air setinggi 40-110 centimeter. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/pras. Ilustrasi banjir. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah wilayah di beberapa provinsi Indonesia terendam banjir akibat curah hujan yang tinggi pada Jumat (22/5).

Salah satunya terjadi di Provinsi Sulawesi Selatan. Banjir setidaknya merendam dua desa sekaligus, yakni Desa Pompengan Tengah dan Pompengan Pantai di Kecamatan Lamasi Timur. Banjir terjadi sekitar pukul 02.00 WITA.

Banjir mengakibatkan empat rumah warga rusak berat, dua diantaranya hanyut terbawa banjir. Selain itu 75 warga juga dilaporkan mengungsi.


"Banjir terpantau pada pukul 2 dini hari waktu setempat mengakibatkan 75 jiwa mengungsi," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangan resminya, Sabtu (23/5).

Banjir juga terjadi di di tiga desa di tiga kecamatan yang berbeda di Sulawesi Barat.

Rinciannya yakni, Desa Batupanga di Kecamatan Luyo, Desa Mammi di Kecamatan Binuang, dan Desa Labasang di Kecamatan Matakali. Banjir terjadi pada pukul 07.00 waktu setempat.

Total 55 unit rumah terendam akibat banjir itu, dengan rincian 40 unit di Batupanga dan 15 lainnya di Mammi. Namun per Sabtu pagi banjir berangsur surut.

"Pantuan pada sabtu pagi (23/5) sekitar pukul 09.20 WIB banjir telah surut," kata Raditya.

Banjir juga melanda wilayah timur Indonesia, tepatnya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Setidaknya ada empat kecamatan terdampak banjir yakni Wewiku, Malaka Tengah, Malaka Barat, dan Welimpan.

Banjir di empat kecamatan tersebut merendam total 276 rumah warga. Selain itu 20 hektar sawah dan kebun turut terendam genangan air setinggi 30-50 cm. Namun demikian, banjir telah surut pada pagi ini.

Banjir lain juga terjadi di dua kelurahan pada Kabupaten Hulu, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada pukul 05.00 waktu setempat.

Raditya mengungkapkan setidaknya ada 190 KK atau 585 jiwa terdampak banjir itu. Rinciannya 70 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Barabai, kemudian 120 KK di Kelurahan Barabai Barat

"Dengan rincian Kelurahan Barabai Selatan berjumlah 70 KK (210 jiwa) dan Barabai Darat 120 KK (375 jiwa)," ungkap dia.

Terakhir Raditya mengatakan bahwa banjir terjadi di Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, Jumat (22/5), pukul 20.00 WIB. Beberapa desa di kecamatan tersebut terendam air setinggi beragam mulai 30 cm sampai 50 cm.

Namun kata dia banjir telah surut di beberapa titik lokasi

"Banjir telah surut di beberapa titik lokasi. Berikut ini desa atau gampong terdampak banjir di kabupaten tersebut, Gampong Ladang Kasik Putih (Kecamatan Samadua), Drien Jalo dan Jambo Papuen (Meukek), Panton Pawoh, Tengah Iboh, Pulo le dan Tutong (Labuhan)," pungkas Raditya. (fea)

[Gambas:Video CNN]