Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham, Rika Aprianti mengatakan pembuatan konten tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan pihaknya dan Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Siti telah kembali ke Rutan Pondok Bambu saat ini. Langkah ini diambil setelah pihaknya menerima rekomendasi dokter di RSPAD Gatot Soebroto yang menyatakan kondisi kesehatan Siti sudah lebih baik dan bisa melanjutkan perawatan di dalam penjara.
"Jadi bukan berdasarkan kami, tapi berdasarkan rekomendasi dokter," kata Rika.
"Negara sebaiknya tidak mengharuskan ada izin untuk silahturahmi seperti yang dilakukan oleh Deddy Cobuzier dengan Siti Fadilah, dan melarang bikin dokumentasi dan menguploadnya diakunnya agar bisa ditonton orang lain," ujarnya.
Dalam konten itu, Deddy melakukan tanya jawab dengan Siti. Konten Deddy yang diunggah pada Kamis (21/5) di akun Youtube-nya, diberi judul "SITI FADILAH SEBUAH KONSPIRASI - SAYA DIKORBANKAN (EXCLUSIVE)".
Video berdurasi 25.46 menit itu sampai berita ini ditulis telah disaksikan lebih dari 3 juta orang. Siti Fadilah dalam konten tersebut membicarakan banyak hal, seputar flu burung hingga virus corona.
Dalam salah satu pernyataannya saat menjawab pertanyaan Deddy, Siti menyebut ada kemungkinan virus corona dibuat oleh sekelompok tertentu.
"Mungkin saja. Mungkin China itu korban, Amerika juga korban. Itu perkiraan saya, belum tentu salah belum tentu benar," ujar Siti kepada Deddy. (mts/fra)