Helmy mengatakan ia masih menunggu proses persidangan di PTUN. Sejak April lalu, Helmy menggugat keputusan pemecatan dirinya sebagai Dirut TVRI oleh Dewan Pengawas televisi pelat merah itu.
"Saya sebagai warga negara sangat menghormati hukum dan aturan," kata Helmy lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (27/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ikuti saja," ujarnya.
Dalam salinan surat tertanggal Selasa (26/5), Iman disebut telah lolos enam tahapan seleksi menjadi dirut baru TVRI. Surat tersebut telah dikonfirmasi oleh Ketua Dewas TVRI Arief Hidayat kepada CNNIndonesia.com.
Kantor Dewan Pengawas TVRI sempat disegel Karyawan TVRI usai pemecatan Direktur Utama Helmy Yahya. (CNN Indonesia/Dhio Faiz) |
"Dewan Pengawas LPP TVRI menetapkan Direktur Utama LPP TVRI Pengganti Antarwaktu Masa Tugas Tahun 2020-2022 yang terpilih adalah Iman Brotoseno," tulis surat yang ditandatangani Ketua Panitia Pemilihan Calon Direktur Utama LPP TVRI Pengganti Antarwaktu Periode 2020-2022 Ali Qausen.
Keputusan Dewas itu dipermasalahkan oleh Ketua Komite Penyelamatan TVRI Agil Samal. Dia menilai kebijakan itu melanggar dua undang-undang sekaligus.
Dewas dianggap melanggar pasal 98 ayat (6) UU MD3 karena tidak menjalani kesepakatan dengan DPR. Pada 11 Mei, Komisi I DPR RI meminta seleksi diulang dari awal.
Kemudian Agil juga menilai Dewas melanggar Undang-undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) karena tidak menggelar seleksi pejabat sesuai undang-undang. Dewas juga telah dinonaktifkan oleh DPR pada 11 Mei lalu.
"Dewas ini kalau kita lihat kenapa lakukan itu, karena dia merasa akan diberhentikan, ya sudah tabrak sajalah. Ini tidak ada semangat memperbaiki TVRI, ini semangat untuk menghancurkan TVRI," kata Agil saat dihubungi CNNIndonesia.com.
(dhf/pmg)
