Keterangan itu disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, seperti dikutip dari Antara.
"Ya, kita akan mulai kurang lebih di hari Senin (1 Juni 2020). Jadi hari Rabu ini sampai Minggu kita sosialisasi dan saya minta kepada rekan media bantu menyosialisasikan, nanti di hari kerja, di hari Senin kita mulai," kata Ridwan Kamil di Mapolda Jabar Kota Bandung, Rabu (27/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ibadah salat di masjid bagaimana, nah kalau misalkan di masjid kapasitasnya 100 karena safnya berdempetan sekarang berjarak, harus 50. Maka orang ke 51 'wayahna' [mohon pengertian] tetap salat di masjid, tapi di rombongan salat berjamaah ronde kedua," kata Kang Emil.
Kang Emil menambahkan, Pemprov juga akan mempersiapkan protokol kesehatan terkait penerapan New Normal Jawa Barat.
"Sedang kami siapkan. Pertama, semua toko atau ekonomi harus bikin surat pernyataan bahwa dia siap mematuhi protokol baru di tatanan normal baru dan siap diberi sanksi kalau melanggar itu. Intinya hanya terbagi dalam tiga kelompok lah, yakni menjaga jarak, harus higienis memakai masker dan cuci tangan keluar masuk dari sebuah tempat," kata dia.
Sebelumnya, Menkopolhukam RI, Mahfud MD, menyatakan bahwa penerapan New Normal masih sebatas wacana, belum sampai tahap keputusan.
Lebih lanjut, Mahfud mengatakan pemerintah berpegang pada tiga jenis permodelan matematis terkait penyebaran corona dalam sidang kabinet beberapa waktu lalu.
Ia menyatakan model itu telah diajukan masing-masing oleh Kementerian Keuangan, Bappenas hingga Kantor Staf Presiden.
"Dan ketemu semua. Oh ini ada penurunan kalau ada pembatasan gerakan. Semua bisa dihitung, Jakarta kan sekarang 0.9. tapi di sisi lain ada yang tinggi sekali seperti di Gorontalo, di Jatim," kata Mahfud. (antara/bac)