Tito menegaskan seluruh praja IPDN yang berjumlah 3.747 orang itu tengah menjalani karantina kampus dan tak diperkenankan untuk keluar kampus dan mudik ke daerahnya masing-masing.
"Jadi itu tidak langgar PSBB, tapi mereka sedang dikarantina 3.700 [praja IPDN itu]," kata Tito saat menggelar rapat kerja dengan Komisi II DPR, KPU, dan Bawaslu melalui sambungan jarak jauh, Rabu (27/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan bahwa seluruh Praja IPDN tak biasa menjalani pendidikan dari rumah seperti kebanyakan kampus lainnya saat wabah corona terjadi.
"Ini mirip sama Akpol, Akmil, AAU. Karena mereka otomatis, mereka tak bisa belajar dari rumah. Jadi mereka saya perintahkan karantina kampus. Tak bisa interaksi dengan orang dari luar," kata Tito.
Selain itu, Tito menegaskan bahwa acara makan bersama yang dilakukan seluruh praja IPDN merupakan kegiatan rutin setiap harinya. Ia menjelaskan seluruh praja IPDN selalu dikumpulkan dalam suatu ruangan besar untuk makan bersama.
Lantas, Tito menyatakan Rektor IPDN, Hadi Prabowo, berinisiatif untuk mengumpulkan para praja untuk makan bersama-sama pejabat IPDN lainnya saat Idulfitri tiba.
"Nah, di lebaran biasanya anak-anak ini cuti. Tapi tak diperbolehkan. Makanya Rektornya ambil inisiatif ikut makan seperti kegiatan rutin saja," kata Tito.
Kepala Biro Adminiatrasi, Kerja Sama dan Hukum IPDN Baharuddin Pabba juga sempat membenarkan acara makan 3.747 praja bersama jajaran pimpinan. Acara ini digelar usai salat Idulfitri.
"Setelah pelaksanaan shalat ied (Idulfitri), pada jam makan siang praja yang dilaksanakan pada pukul 13.00-15.00 WIB dilaksanakan makan siang bersama jajaran pimpinan IPDN di Menza [tempat makan praja di Kampus IPDN] yang diikuti 3.747 orang praja," kata Baharuddin dalam keterangan resminya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (27/5).
Baharuddin menjelaskan tujuan digelarnya acara tersebut hanya ingin memberikan apresiasi atas ketaatan, kepatuhan kepada praja IPDN dengan tidak mudik ke kampung halamannya masing-masing. (pris/bac)