"Kita juga tidak bisa jamin, ya mohon maaf, tidak ada korban karena Covid. Itu kita berusaha maksimal, kita serahkan kepada Allah SWT," kata Tito saat menggelar rapat kerja dengan Komisi II DPR, KPU dan Bawaslu secara jarak jauh, Rabu (27/5).
Meski demikian, Tito menegaskan pemerintah sudah bekerja mempersiapkan Pilkada 2020 secara maksimal dari sisi aspek kesehatan. Mulai dari mempersiapkan protokol kesehatan hingga sosialisasi guna meminimalisir risiko penularan corona saat Pilkada berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, Tito menyatakan pihaknya juga akan membantu para penyelenggara pemilu dalam semua tahapan Pilkada dalam penerapan protokol kesehatan. "Tanpa bermaksud intervensi apapun hasilnya," kata Tito.
Wahyu pun mengungkit terkait ratusan petugas Pemilu 2019 yang meninggal dunia padahal tak ada wabah penyakit kala itu.
"Pemerintah atau KPU harus bisa menunjuk siapa yang menjamin dan bertanggung jawab jika bertambah korban jiwa akibat Covid-19 secara signifikan seandainya tahapan pilkada dilanjutkan dan pilkada tetap dilaksanakan 9 Desember 2020," ujar Wahyu.