Mulanya, Kepala Gugus Tugas Percepatan Panganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan pihaknya bakal memberikan dua mobil yang mampu melakukan tes dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) ke Jawa Timur. Dia mengatakan itu pada Rabu lalu (27/5).
"Di Surabaya, Jawa Timur, ada salah satu lab mengalami kerusakan sehingga tidak bisa melakukan pemeriksaan, oleh karenanya pengirimnya dua unit mobil Lab Bio Safety Level 2 ini bisa membantu Pemerintah Jatim khusunya Kota Surabaya," kata Doni, saat menggelar konversi pers melalui live streaming, di Kantor BNPB, Rabu (27/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, bantuan dari BNPB itu dua unit mobil laboratorium dan sudah kami tentukan titik-titiknya, selama mobil itu berada lima hari di Kota Surabaya," kata Feny.
Akan tetapi, mobil tak kunjung datang sehingga masyarakat harus dibubarkan.
Hal serupa terjadi di Hotel Asrama Haji. Tes corona sudah dijadwalkan pada pukul 12.30 WIB. Diundur menjadi pukul 13.00 WIB lantaran ingin dialihkan dulu ke RS Unair Surabaya. Namun, ternyata mobil tak kunjung datang hingga matahari terbenam
"Ternyata, mobil itu tidak datang-datang hingga kami menunggu 5 jaman dan mobil itu baru datang sekitar pukul 18.30 WIB. Dan ternyata kemarin dua mobil itu dibawa ke Unair satu dan satu mobil lagi dibawa ke daerah lain," kata Feny.
Hingga kemudian, Gugus Tugas Covid-19 Surabaya mengetahui bahwa 2 mobil tersebut dialihkan ke Lamongan dan Tulungagung oleh Gugus Tugas Covid-19 Jatim yang berada di bawah naungan Pemprov Jatim.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengucapkan terima kasih kepada BNPB atas pemberian 2 mobil yang mampu melakukan tes corona (CNNIndonesia/Andry Novelino) |
Wali Kota Tri Rismaharini lalu meradang ketika tahu 2 mobil dari BNPB itu dialihkan Gugus Tugas Covid-19 ke Lamongan dan Jawa Timur. Risma mengklaim dirinya yang meminta langsung kedua mobil tersebut kepada Kepala BNPB Doni Monardo.
"Teman-teman lihat sendiri kan, ini bukti permohonan saya dengan Pak Doni, jadi ini saya sendiri yang memohon kepada beliau. Kasihan pasien-pasien yang sudah menunggu," kata Risma sambil menunjukkan chat dengan Doni kepada wartawan di Surabaya, Jumat (29/5).
Risma lantas menelepon pihak Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur. Di depan media, dia mengutarakan kekesalannya. Risma mengaku tak terima dengan sikap Pemprov Jatim yang mengalihkan mobil dari BNPB ke Tulungagung dan Lamongan.
"Saya dapat WhatsApp Pak Doni Monardo kalau (Mobil Lab Bio Safety Level 2) itu untuk Surabaya. Apa-apaan ini, kalau mau boikot jangan gitu caranya. Saya akan ngomong ini ke semua orang. Pak, saya enggak terima lho Pak, betul saya enggak terima," kata Risma saat menelepon petugas Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur di hadapan wartawan.
"Mohon maaf Pak, itu saya ngemis-ngemis, saya sampai lewat Pramono Anung, sampai lewat orang DPR RI, masa saya mau disiksa apa? Nanti saya dituduh tidak bisa kerja lagi, saya tidak terima, betul saya tidak terima," ucap Risma.
"Alhamdulilah kami kembali mendapat bantuan dari BNPB, berupa dua unit mobil mesin PCR. Bantuan ini penting, karena saat ini kebutuhan mesin PCR test untuk swab memang yang paling dibutuhkan karena validitasnya paling tinggi," kata Khofifah lewat siaran pers. (bmw/frd)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengucapkan terima kasih kepada BNPB atas pemberian 2 mobil yang mampu melakukan tes corona (CNNIndonesia/Andry Novelino)