Menurut Rudy, pergeseran itu akan mengurangi kerumitan administrasi yang timbul akibat tak sinkronnya tahun ajaran dengan tahun anggaran.
"Menurut saya kalau pemerintah mau menata pendidikan, sekalian tahun ajaran baru dimulai Januari. Mumpung kondisinya seperti ini," kata Rudy, Minggu (31/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudy juga menyebut sinkronisasi tahun anggaran dan tahun ajaran akan mengurangi kebocoran anggaran. Sementara penyesuaian anggaran di tengah periode pendidikan menimbulkan potensi pengeluaran ganda.
"Kalau tahunnya sinkron, hal-hal semacam ini kan tidak akan terjadi," katanya.
Selain merapikan tata administrasi, ditundanya tahun ajaran baru hingga Januari 2021 ditujukan untuk memastikan keselamatan masyarakat.
Rudy menilai dibukanya sekolah 13 Juli mendatang berpotensi meningkatkan angka penularan Covid-19 karena sulitnya mengawasi interaksi anak di sekolah.
"Kalau tidak ada penambahan kasus ya bisa saja masuk tanggal 13 Juli. tapi kalau belum ya sebaiknya diundur Januari sekalian," tegasnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sendiri telah mengadakan simulasi di sejumlah sekolah untuk menyiapkan skenario normal baru atau new normal. Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo Etty Retnowati mengatakan berdasarkan hasil simulasi, kapasitas kelas turun hingga 50 persen. Pemkot mengatasi kendala ini dengan membagi jam masuk menjadi dua shift.
"Jam masuknya dikurangi. Kalau biasanya anak masuk delapan jam, mungkin ke depan cuma 4 jam. Satu kelas kita bagi dua, separuh masuk pagi, separuh masuk siang," katanya. (syd/mik)