Ma'ruf Sebut Restoran yang Paling Awal Dibuka saat New Normal

CNN Indonesia | Kamis, 04/06/2020 13:11 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/3/2020). Wapres meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait jenazah pasien positif virus corona (COVID-19) yang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama. Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan restoran akan dibuka awal saat pemberlakuan New Normal. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan sektor ekonomi yang berkaitan dengan tempat makan atau restoran yang terlebih dahulu dibuka saat Indonesia memasuki fase kenormalan baru atau New Normal di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Meski begitu, Ma'ruf menegaskan restoran hanya akan dibuka secara terbatas.

Hal itu ia sampaikan saat berbicara dalam Webinar Nasional dengan tema Ekonomi Syariah di Indonesia: Kebijakan Strategis Pemerintah Menuju New Normal Life yang digelar UIN Malang, Kamis (4/6).

"Pelaksanaan menuju tatanan baru juga dilakukan secara bertahap. Kegiatan usaha yang berkaitan dengan penyediaan makanan dan minuman seperti restoran, akan lebih dahulu dibuka secara terbatas," kata Ma'ruf.


Selain restoran, Ma'ruf juga menyatakan sektor ekonomi berskala besar seperti pusat perbelanjaan menyusul segera dibuka saat fase New Normal.

Ma'ruf menegaskan pemerintah sangat serius mengkaji penerapan New Normal di tengah pandemi virus corona yang masih terjadi di Indonesia saat ini.

Mantan Rais Aam PBNU itu mengatakan, penerapan New Normal bertujuan untuk mempersiapkan masyarakat aman dari corona dan tetap produktif dalam beraktivitas.

"Pelaku ekonomi, termasuk ekonomi Syariah dapat menyesuaikan diri dengan tahapan tersebut," kata Ma'ruf.

Selain itu, Ma'ruf menyatakan bahwa perubahan perilaku masyarakat wajib menjalankan potokol kesehatan yang ketat dalam setiap kegiatan sosial dan ekonomi dalam kondisi New Normal.

Ia merinci di antaranya masyarakat kini memiliki kewajiban untuk terus memakai masker, menjaga jarak fisik, selalu mencuci tangan, dan perilaku hidup sehat.

"Pemberlakuan tatanan baru dimana aspek kesehatan dan higienitas menjadi hal yang mutlak," kata Ma'ruf.

Melihat situasi itu, Ma'ruf menilai pandemi corona yang melanda Indonesia justru memberikan peluang bagi perkembangan ekonomi dan keuangan Syariah.

Terlebih lagi, produk-produk yang berhubungan dengan kesehatan juga mendapatkan peluang baru. Ia menyarankan pelaku ekonomi syariah bisa ikut menyediakan berbagai produk dan jasa yang berkaitan dengan fase New Normal.

"Seperti penyediaan masker, hand sanitizer, pelindung wajah yang sebagian besar dapat dikerjakan oleh UMKM," kata Ma'ruf. (rzr/bac)

[Gambas:Video CNN]