Dinkes Serang Catat Lonjakan Ibu Hamil Selama WFH Corona

CNN Indonesia | Kamis, 04/06/2020 21:49 WIB
Pregnant woman sitting in childbearing center Ilustrasi kehamilan. (Istockphoto/ Pekic)
Serang, CNN Indonesia -- Dinas Kesehatan Kota Serang, Banten, mencatat ada lonjakan kehamilan sepanjang masa bekerja dari rumah (Work from Home/WFH) karena pandemi virus corona (Covid-19).

"Jumlah pelayanan kesehatan ibu hamil yang dari Kota Serang di bulan April memang mengalami peningkatan. Ada kenaikan karena dengan adanya pandemi ya, karena memang semua di rumah, tidak ada yang bekerja," kata Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Lenny Suryani, Kamis (4/6).

Dalam catatan Dinkes Serang, pada Maret jumlah ibu hamil di ibu kota Provinsi Banten itu ada 1.730 orang. Kemudian, pada April, jumlah itu meningkat jadi 2.066 ibu hamil.


Angka ibu hamil yang mendatangi Puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya juga ikut bertambah, dari 935 orang di bulan Maret, menjadi 1.228 orang di bulan April 2020.

Menurut Lenny, kehamilan yang terjadi sepanjang WFH ini tak lepas dari pernikahan yang terjadi di masa sebelumnya saat masih normal.

Infografis Yang Dilarang dan Tidak Saat PSBBFoto: CNN Indonesia/Timothy Loen
"Paling banyak yang menikah sudah lama. Karena dengan kondisi begini kan agak terbataslah menikahnya. Jadi, penambahan ini dari kasus ibu-ibu yang sudah punya anak atau yang nambah anak," terangnya.

Terkait hal yang sama, Kadinkes Kota Serang, Muhamad Iqbal menilai ada kewajaran ada lonjakan dalam pencatatan kehamilan di wilayahnya. Itu semua, kata dia, tak lepas dari kebijakan pemerintah untuk bekerja dari rumah dan mengurangi aktifitas diluar ruangan untuk mempersempit penularan covid-19.

"Karena kemarin itu kan ada imbauan untuk tetap di rumah aja. Kalau dibilang kecenderungannya naik, orang kan banyak dirumah, tentu wajarlah [banyak yang hamil]," tutur Iqbal.

Selain itu, angka kelahiran di Serang juga meningkat. Pada Maret ada 892 bayi yang lahir. Sebulan kemudian, angkanya menjadi 920 bayi.

Sebelumnya, angka kehamilan juga meningkat di Cirebon dan beberapa daerah di Jawa Barat. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengakui ada faktor WFH dibalik kehamilan-kehamilan itu.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo sepat mengimbau masyarakat menunda kehamilan selama wabah Covid-19. Tujuannya, agar tak meningkatkan beban ekonomi negara maupun individu.

(ynd/kid)

[Gambas:Video CNN]