Jatim diketahui termasuk provinsi dengan jumlah kedua terbanyak secara nasional setelah DKI Jakarta.
"Semakin banyak kita periksa, semakin banyak kasus yang terkonfirmasi. Seperti halnya Jatim karena jumlah PCR mesin makin banyak," ujar Doni dalam jumpa pers usai rapat terbatas dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Kamis (4/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami semalam vidcon [konferensi video] dengan Gubernur DKI, ada sekitar 2.500 keluarga yang sembuh dari covid diharapkan bersedia menyumbangkan plasmanya. Demikian juga di Jatim ada 699 pasien positif yang sudah sembuh. Jadi semua warga yang sembuh diharapkan bersedia mendonorkan plasmanya ke Dinas Kesehatan," beber Doni.
Merujuk pada https://infocovid19.jatimprov.go.id/, per 4 Juni 2020 petang, ada 5.406 kasus positif Covid-19 di Jawa Timur. Sebanyak 1.207 sembuh, dan 447 meninggal.
Kota Surabaya di Jatim sempat dikhawatirkan menjadi wilayah dengan sebaran corona tertinggi di Indonesia.
Bahkan Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi secara terang-terangan mengaku khawatir dengan kondisi penularan corona di Surabaya. Dia sempat menyebut Surabaya disebut berpotensi menjadi kota Wuhan, China, tempat pertama kali Covid-19 ditemukan sebelum menjadi pandemi global. (psp/kid)