Perempuan yang dipanggil Mufida itu mendukung keputusan itu karena Anies menerapkan PSBB Transisi didasarkan pada analisis data yang mendalam serta mempertimbangkan pendapat para ahli kesehatan.
"PSBB Transisi Menuju Aman, Sehat, dan Produktif bisa menjadi contoh bagaimana respons kebijakan terhadap Covid-19 dibuat dengan cara terukur dan tidak tergesa-gesa," kata Mufida dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Mufida mengingatkan agar DKI tidak terlena dan melupakan pengawasan. Menurutnya, pengawasan ketat tetap harus dilakukan, terutama di sektor-sektor yang mulai dibuka.
"Jangan sampai dimaknai pelonggaran dalam PSBB kali ini sebagai new normal dalam beraktivitas. Perpanjangan PSBB kali ini adalah langkah pembiasaan terhadap pola hidup sehat dan aman sesuai protokol Covid-19," ucapnya.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk menerapkan PSBB Transisi mulai Jumat (5/6). DKI menargetkan bisa membuka kembali aktivitas publik di tengah pandemi pada akhir Juni.
Berbagai sektor akan dibuka secara bertahap, seperti rumah ibadah pada 5 Juni, perkantoran pada 8 Juni, mal pada 8 Juni, dan taman rekreasi pada 21 Juni. Tempat keramaian akan dibuka dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19. (dhf/osc)