Kerinduan kembali di sekolah dirasakan oleh Nadien (16), siswa kelas 1 SMA di Jakarta Selatan. Ia telah belajar dari rumah sejak pertengahan Maret lalu.
Nadien ingin kembali belajar di ruang kelas. Tetapi ia mengaku ragu siswa bisa menahan diri untuk menjaga jarak jika sekolah kembali dibuka di masa pandemi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia masih membutuhkan waktu adaptasi agar bisa menetapkan rumah sebagai tempat belajar. Sebelum corona, rumah jadi tempatnya istirahat.
Wacana pembukaan sekolah pertama kali diungkap Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Muhammad Hamid.
Ia menyatakan pembukaan sekolah hanya dilakukan di daerah zona hijau. Pembukaan sekolah ini disebutnya bakal diungkapkan Mendikbud Nadiem Makarim.
Namun hingga kini Nadiem belum banyak bicara soal pembukaan sekolah. Ia hanya menyatakan pembukaan sekolah di masa pandemi masuk dalam kewenangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
Meskipun masih duduk di bangku sekolah, ia mengaku rajin mengikuti perkembangan kasus di Surabaya maupun Indonesia.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Ia pun ragu protokol kesehatan bisa diterapkan maksimal di sekolah. Bahkan bila ruang kelas diberi sekat untuk menjaga jarak.
"Kalau istirahat percuma, kita juga ngumpul lagi," ujarnya.
Solusi yang memungkinkan, menurut Micky, adalah memangkas jumlah siswa dalam satu kelas. Artinya, waktu belajar di bagi dalam beberapa sif.
Micky bukannya tak mau kembali ke sekolah. Ia bahkan mengaku memiliki banyak kendala saat belar dari rumah. Salah satunya terkait komunikasi dengan guru.
Saat jam belajar gurunya tak selalu responsif menjawab pesan singkat, sehingga terkadang ia tertinggal mengerjakan tugas.
Buat Aisyah, siswa kelas 5 SD di Tangerang Selatan, Banten, sulit membayangkan mengenakan masker selama jam sekolah.
Aisyah yang masih berusia 10 tahun ini berkaca dari pengalamannya sendiri. Ia sering merasa gerah memakai masker dalam waktu lama.
"Ayah bilang kalau keluar harus pakai perlengkapan dulu, kayak masker, sarung tangan. Aku kalau keluar pakai masker, tapi sering keringatan. Gerah," ungkapnya kepada CNNIndonesia.com. (fey/wis)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)