Dalam operasi yang berlangsung selama 45 hari ini, tercatat 78.455 kendaraan yang diminta putar balik di 56 titik penyekatan arus mudik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istiono mengatakan pelaksanaan operasi ketupat tahun ini juga berjalan aman, lancar dan kondusif tanpa ada gangguan berarti.
"Di 2020 ini terjadi 1.980 kejadian. Sedangkan kecelakaan pada Operasi Ketupat 2019 ada 2.851 kejadian," ujarnya.
Sementara itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat ada sebanyak 70.719 kendaraan yang diminta untuk putar balik saat hendak keluar-masuk wilayah DKI Jakarta selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2020.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 41.439 kendaraan diputarbalik kembali ke arah wilayah Jakarta dalam rangka larangan arus mudik Lebaran.
Penyekatan arus mudik ini dilakukan pada 24 April hingga 26 Mei di Pintu Top Cikarang Barat, Pintu Tol Cikupa, dan sejumlah ruas jalan arteri.
Penyekatan arus balik dilakukan di 20 titik pos pemeriksaan SIKM, yakni 9 titik di wilayah Jakarta dan 11 titik di luar Jakarta pada 27 Mei hingga 7 Juni.
"Dari data kendaraan yang diputar-balik di wilayah DKI Jakarta didominasi oleh sepeda motor, sedangkan di luar wilayah DKI Jakarta didominasi kendaraan pribadi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam keterangannya, Senin (8/6).
Sekitar 172.038 personel gabungan Polri-TNI dan instansi terkait melaksanakan Operasi Ketupat 2020. Mereka bertugas sejak 24 April 2020 hingga 7 Juni 2020.
Operasi Ketupat 2020 bertujuan untuk mencegah masyarakat melaksanakan mudik demi memutus penyebaran penularan Covid-19, memperlancar distribusi logistik dan BBM dan menurunkan jumlah fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. (dis/antara/fra)