Rudy menerangkan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan penerapan standar protokol kesehatan oleh pengelola Taman Safari sehingga berjalan dengan baik mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Taman Safari hari ini akan melaksanakan Rapid Test bagi karyawannya, kemudian hasilnya akan dilaporkan kepada Gugus Tugas dan Gubernur Jawa Barat," ujar Rudy.
Adapun sektor wisata khususnya di kawasan Puncak secara bertahap akan kembali dibuka. Namun, yang baru akan boleh dibuka wisata non-air.
"Pembatasan untuk pariwisata masih ada, jadi kami coba dulu dengan protokol kesehatan di hotel dan restoran dengan kapasitas terbatas juga protokol kesehatan yang ketat. Untuk pariwisata air belum bisa dibuka sama sekali karena memang persebarannya sangat bahaya di air. Jadi, kami ingin minta bantuan dari kementerian KLH yang rata-rata mengelola wisata air seperti air terjun tidak buka dulu," kata Bupati Bogor Ade Yasin seperti disampaikan Diskominfo Kabupaten Bogor, Kamis (4/6).
"Jadi kalau wisata yang tidak berbahaya atau masih bisa jaga jarak itu sedang kami evaluasi persyaratan dan protokolnya. Ada juga yang mengajukan kepada kami dengan protokol kesehatan. Jadi ada yang belum buka sama sekali tapi ada yang boleh buka dengan protokol kesehatan. Seperti Taman Safari sudah mengajukan, jadi mereka buka hanya boleh melihat dari luar pakai mobil. Tapi permainan dan wahana airnya belum boleh," jelas Ade.
Saat ini, tahapan tersebut masih dalam sosialisasi dan perancangan aturan sekaligus sanksi bagi yang melanggar dalam fase penyesuaian ini. Pada intinya, yang baru dibuka adalah tempat ibadah.
"Ini [pelonggaran wisata] masih tahap sosialisasi dan juga mematangkan protokol kesehatannya sehingga dalam beberapa hari ini bisa selesai. Besok yg baru boleh berjalan adalah tempat ibadah, sesuai yang akan kami rumuskan. Longgar tapi tidak bebas, ada syarat-syarat tertentu dan sanksi yang akan diterapkan jika tempat itu melanggar," kata Ade. (bac/hyg/bac)