Bima mengatakan ada tiga PNS Bogor positif Covid-19. Dari tiga PNS Bogor positif itu ada yang menularkan virus tersebut ke keluarga masing-masing. Sehingga, kata Bima, pihaknya langsung mendata keluarga ASN tersebut dan menetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) serta orang dalam pemantauan (ODP).
Per Rabu (10/6), Bima mengumumkan ada tambahan 16 kasus positif Covid-19 di Kota Bogor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, tiga hari setelah 31 Mei terjadi perubahan. Ia mengungkap ada tambahan dua kasus positif. Kondisi ini bertahan selama tiga hari. Kemudian, ada tambahan dua kasus positif lagi.
"Ada tiga rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19 yang diduga menjadi potensi tempat penularan dari 16 kasus positif ini," katanya.
Bima menambahkan, dari 16 kasus positif Covid-19 itu ada juga yang penularannya dari pasien yang berasal dari luar Kota Bogor .
"Untuk beberapa kasus positif lainnya, pemetaannya masih didalami dan ditelusuri oleh Dinas Kesehatan," katanya.
"Kondisi seperti ini kita harus terus disikapi dengan meningkatkan disiplin dan prokotol kesehatan di semua tempat," katanya.
Langkah antisipasi yang dilakukan adalah menguatkan penerapan protokol kesehatan di dinas-dinas di Pemerintah Kota Bogor.
"Saya perintahkan kepada Dinas Kesehatan untuk menguatkan audit protokol kesehatan di semua rumah sakit dan Puskesmas di Kota Bogor," katanya.
Menurut Bima, setelah dilakukan pelacakan, maka semua pasien kasus positif Covid-19 diarahkan, untuk diisolasi ruang perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor .
"Ini untuk memastikan dilakukan perawatan dengan pengawasan secara ketat," katanya. (antara/kid)