"Saya bayangin kalau saya ada di tempat, ya Allah mungkin sudah almarhum," kata Abun Abdullah mengutip Antara, Senin (15/6).
Abun mengatakan bahwa rumah itu dia tempati sejak 2011 dan juga rumah satu-satunya. Kini, Abun bertugas di Rengat, sehingga bersama istri dan tiga anak hanya pulang ke rumah tersebut pada Sabtu dan Minggu atau hari libur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetangganya menelepon sambil menangis saat mengabari nasib rumah Abun yang hancur lebur tertimpa pesawat.
Abun belum bisa memastikan berapa kerugian yang harus ia tanggung. Abun menjelaskan rumah tersebut awalnya tipe 36. Kemudian dia renovasi menjadi dua lantai.
"Karena istrilah yang begitu sayang rumah itu," katanya.
Abun juga belum mendapat informasi lebih jauh tentang siapa yang akan bertanggung jawab untuk membangun kembali rumahnya. Dia mengaku belum berkomunikasi dengan pihak TNI selaku pemilik pesawat.
"Belum ada konfirmasi dari pihak TNI AU. Pagi tadi anggota Koramil Siak Hulu menghubungi untuk menanyakan apakah betul saya pemiliknya," kata Abun.
Saksi mata mengatakan pesawat jatuh menimpa sejumlah rumah warga pada pukul 08.30 WIB. Pesawat diterbangkan Lettu Pnb Apriyanto Ismail dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nuryadin, Pekanbaru.
Apriyanto berhasil selamat usai melontarkan diri dari pesawat menggunakan ejection seat.
"Alhamdulillah pilot selamat. Sekarang dirawat di rumah sakit Lanud Rusmin Nuryadin," kata Kepala Penerangan Lanud Roesmin Nurjadin Letkol Sus M Zukri kepada Antara di Pekanbaru.