Dia mengatakan angka infeksi penularan virus corona (Covid-19) di Jatim masih terbilang tinggi, dengan angka reproduksi efektif atau Rt di atas angka 1.
"Jadi saya tidak mengerti apa pertimbangan dari kepala daerah itu [membuka pesantren], seharusnya tahan dulu karena Rt masih di angka 1," ujae Windhu kepada CNNIndonesia.com, Senin (15/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di empat pesantren besar itu, kata dia, para santri biasa berwudhu dalam satu kolam besar tanpa air mengalir dan tidur berdesakan dalam satu kamar. Hal itu tentu memudahkan potensi menularnya penyakit.
"Bayangkan kalau ini diaktifkan kembali sementara kondisi belum aman, jadi saya bingung. Pesantren itu kan kondisinya kayak gitu secara umum," tambahnya.
Jika pesantren tetap ingin kembali buka, ia meminta pengasuh dan pengurus pondok menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Seperti mengatur jarak, memakai masker, pengecekan suhu tubuh dan lainnya.
Ia juga tak menampik bahwa ada sejumlah pesantren di Jatim yang telah siap menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya yakni Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo.
"Ada pesantren-pesantren yang lebih siap seperti Gontor. Tapi banyak pesantren di Jatim itu yang seperti itu kondisinya. Pesantren besar tapi ya itu secara higienis dan sanitasi nya itu tidak bagus," katanya.
Syarat utama pondok pesantren bisa menggelar kembali aktivitas pendidikannya, yakni mereka haruslah menerapkan protokol pencegahan Covid-19 secara ketat.
Keputusan Khofifah itu termaktub dalam Surat Gubernur Jatim bernomor 188/3344/101.1/2020 tertanggal 29 Mei 2020 yang ditujukan kepada bupati dan wali kota se-Jatim dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.
"Jadwal kembalinya santri ke pondok pesantren dapat dimulai tanggal 15 Juni 2020 dan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi dan kesiapan pondok pesantren masing-masing untuk menerapkan protokol kesehatan dengan mentaati sepenuhnya hasil koordinasi pengelola pondok pesantren dengan pemerintah kabupaten/kota dan Forkompimda setempat," kata Khofifah, Minggu (14/6).