"Saya prihatin karena Bintang Emon seorang anak muda yang menyampaikan kritik sosial, menyuarakan kritik suatu ketidakadilan atas suatu proses hukum yang dilakukan terhadap pelaku penyerangan atas diri saya," kata Novel dalam video yang diakses CNNIndonesia.com dalam akun instagram @novelbaswedanofficial, Selasa (16/6).
Novel menegaskan kritik yang disampaikan Bintang Emon sebagai sesuatu yang wajar. Justru menurut dia, proses peradilan yang berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara sangat keterlaluan.
"Proses itu tampak sekali keterlaluan, tampak sekali mempertontonkan wajah hukum yang buruk dan lucu, sehingga saya melihat kritik sosial itu sudah pada tempatnya," ucap Novel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap mengatakan apa yang disampaikan Bintang mewakili suara anak muda. Ia berharap apa yang sudah dikerjakan komedian itu dapat menular dalam kaitannya dengan kerja-kerja pemberantasan korupsi.
Akun-akun anonim yang menyerang Bintang itu membuat meme bergambar Bintang mengonsumsi narkotika jenis sabu. Tak lama Bintang pun memamerkan hasil pemeriksaan negatif sabu.
DPR pun telah meminta pemerintah turun tangan menertibkan akun-akun buzzer. Serangan itu dinilai telah mengarah pada bentuk perundungan (bully) dan juga fitnah hingga harus ditelusuri.
Namun sejumlah akun yang menuding Bintang itu kini telah diblokir. Tercatat ada tiga pengguna yang menyerang Bintang yakni @Tiara61636212, @LintangHanita, dan @LiarAngsa.
Sedangkan, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian menegaskan bahwa pemerintah tak dapat menertibkan buzzer. (ain/ryn/ain)