Jalur Sepeda Jakarta di Sudirman-Thamrin Dibuka Jam Tertentu

CNN Indonesia | Kamis, 18/06/2020 13:15 WIB
Warga memadati area car free day (CFD) di sepanjang jalan Sudirman hingga Thamrin, Jakarta Pusat meski secara resmi area tersebut belum bebas kendaraan bermotor di masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta, warga mayoritas  berolahraga sepeda. Minggu (7/6/2020). CNN Indonesia/Andry Novelino Petugas Satpol PP tengah berjaga saat pesepeda melintas di hadapannya di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan jalur sepeda sementara (pop-up bike lane) di luar jalur sepeda yang sudah tersedia. Jalur sepeda sementara yang berada di kawasan ruas Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat itu hanya dibuka pada jam-jam tertentu saja.

"Di pagi hari itu antara jam 6 sampai jam 8 pagi. Setelah itu traffic cone [kerucut lalu lintas] kita pinggirkan, jalur sepenuhnya untuk lalin. Kemudian pada sore hari itu mulai jam 4-6 sore diaktivasi, setelah itu dipinggirkan. Ini berlaku sepanjang Senin-Jumat," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo kepada wartawan, Kamis (18/6).

Penempatan jalur sepeda sementara selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di badan jalan Sudirman-Thamrin itu pun telah disepakati bersama Polda Metro Jaya.


Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan total jalur sepeda sementara itu panjangnya 14 kilometer di kedua arah ruas Sudirman-Thamrin.

"Disepakati antara Ditlantas Polda Metro Jaya beserta Dishub DKI kita akan atur jam-jam daripada pop-up bike line ini," kata Sambodo kepada wartawan, Kamis.

Sambodo menambahkan jalur sepeda sementara itu dioperasikan berbeda pada Sabtu. Pada Sabtu, kata dia, operasinya pukul 06.00-10.00 dan 16.00-19.00.

"Di sela-sela jam itu, maka pembatas pop-up bike line ini kemudian kita pinggirkan karena memang arus lalu lintas juga cukup deras," ucapnya.

Sambodo menerangkan pop-up bike line itu hanya bersifat sementara selama pelaksanaan PSBB transisi. Selanjutnya akan ada evaluasi untuk mengetahui kebutuhan akan kelanjutannya.

Warga memadati area car free day (CFD) di sepanjang jalan Sudirman hingga Thamrin, Jakarta Pusat meski secara resmi area tersebut belum bebas kendaraan bermotor di masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta, warga mayoritas  berolahraga sepeda. Minggu (7/6/2020). CNN Indonesia/Andry NovelinoWarga menggunakan sepeda menyeberangi jalan lewat Zebra Cross di kawasan Bundaran HI, Thamrin, Jakarta Pusat, 7 Juni 2020. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Di sisi lain, Sambodo mengimbau kepada para pesepeda untuk patuh dengan melintas di jalur sepeda yang telah disediakan. Ia mengingatkan ada sanksi bagi para pesepeda yang tidak melintas di jalur yang semestinya.

"Kita ada ancaman hukumannya yaitu pasal 299 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, itu ada ancaman pidananya, dendanya itu Rp100 ribu atau ancaman kurungan 15 hari," tuturnya.

Kata Sambodo, saat ini pihaknya bakal melakukan sosialisasi kepada para pesepeda selama satu pekan ke depan. Nantinya, setelah sosialisasi selesai, pesepeda yang melintas di luar jalur sepeda akan langsung dikenakan sanksi.

Jalur Sepeda Sementara Tak Berlaku di Jalan Lain

Syafrin menjelaskan jalur sepeda sementara ini hanya berlaku di kawasan sepanjang Sudirman-Thamrin. Sementara, jalur sepeda sepanjang 63 kilometer yang sudah tersedia di sepanjang Jakarta berlaku tetap tanpa penambahan jalur sementara.

Jalur sepeda sementara dibuat di Sudirman-Thamrin untuk mencegah kerumunan, terutama ketika perkantoran kembali buka di masa transisi.

"Sepanjang koridor Sudirman-Thamrin ini begitu dibuka pada masa transisi aktivitas kegiatan perkantoran, kegiatan pemerintahan maka angkutan umumnya pun mengikuti," jelas Syafrin.

Otomatis, menurut Syafrin, ketika terjadi peningkatan volume angkutan umum maka akan ada pejalan kaki di sepanjang trotoar, dan pihaknya tidak menginginkan trotoar menjadi padat dengan pesepeda dan pejalan kaki. Ini malah berisiko memunculkan potensi penyebaran virus corona.

"Pas-pasan antara pesepeda dengan pejalan kaki itu jadi potensi penyebaran Covid-19. Oleh sebab itu kita fokus di Sudirman-Thamrin untuk penyediaan jalur sepeda sementara," kata dia.

Gubernur DKIAnies Baswedan sebelumnya juga mendorong warga ibu kota mulai beralih menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi. Menurut Anies, warga bisa menggunakan sepeda untuk menuju lokasi tempat kerjanya.

"Saya mengajak seluruh masyarakat, mari lihat sepeda bukan sekadar sebagai alat olahraga, tapi alat transportasi," kata Anies dalam tayangan video yang diunggah saluran resmi Pemprov DKI di Youtube, Selasa (16/6).

Anies mengklaim, belakangan animo masyarakat untuk bersepeda meningkat tinggi di tengah pandemi virus corona.

Berdasarkan penelitian The Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), memang terjadi peningkatan jumlah pesepeda pada titik tertentu di Jakarta selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Peningkatan pengguna sepeda itu terjadi hingga 10 kali lipat bila dibandingkan sebelum masa pandemi Covid-19.

(dmi, dis/kid)

[Gambas:Video CNN]