3,6 Persen Kasus Corona di Sumut Menginfeksi Anak

CNN Indonesia | Jumat, 19/06/2020 02:10 WIB
Tim medis Puskesmas Kramat Jati mengambil sampel lendir saat tes swab pada ibu hamil di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Dahlia, Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Jakarta, Jumat, 12 Juni 2020. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono Tim medis Puskesmas Kramat Jati mengambil sampel lendir saat tes swab pada ibu hamil di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Dahlia, Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Jakarta, Jumat, 12 Juni 2020. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Medan, CNN Indonesia --

Pasien positif terpapar virus corona di Sumatera Utara mengalami lonjakan setiap hari. Sementara kasus anak terpapar Covid-19 mencapai 3,6 persen dari total kasus yang ada.

Saat ini jumlah pasien positif yang diisolasi di rumah sakit sudah mencapai 993 orang atau mengalami kenaikan 23 orang pada Kamis (18/6).

"Yang positif totalnya sebanyak 993 orang, sembuh kini mencapai 233 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 159 orang dan meninggal 67 orang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah.


Aris menjelaskan anak-anak adalah salah satu kelompok yang rentan terkena Covid-19. Tingkat penularan pada anak di Indonesia juga cukup tinggi. 

"Menghindari penularan Covid-19 pada kalangan anak-anak, diperlukan peran aktif para orang tua. Antara lain, orang tua harus mencontohkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan pada anak. Orang tua harus mencontohkan pola hidup bersih dan sehat agar anak mau melakukan hal yang sama," kata Aris.

Aris melanjutkan anak-anak tetap dapat beraktivitas di luar ruangan, namun harus memperhatikan protokol kesehatan. "Di antaranya mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker di tempat umum dan menjaga kebugaran tubuh," ujarnya.

Insert Artikel - Waspada Virus CoronaInsert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian)

Di awal masa pandemi, anak-anak sempat disebut sebagai kelompok usia yang relatif tidak rentan terkena Covid-19. Awal Maret 2020 lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika menyatakan gejala Covid-19 pada anak-anak tidak fatal.

Namun, belakangan lembaga tersebut merevisi pernyataan itu dengan menyatakan bahwa gejala anak yang terinfeksi Covid-19 mirip dengan kondisi multisystem inflammatory syndrome in children, yaitu kondisi ketika ada bagian tubuh anak yang meradang, seperti jantung, paru-paru, ginjal, otak, kulit, mata hingga organ pencernaan.

"Lembaga tersebut menyatakan tanda-tanda infeksi Covid-19 pada anak tersebut adalah demam, sakit perut hingga diare, muntah, sakit leher, muncul ruam dan mata merah serta merasa sangat lelah," paparnya.

Dalam kasus yang parah, anak-anak yang terserang Covid-19 juga dapat memperlihatkan tanda sesak napas, sakit perut parah dan bibir serta wajah kebiruan. Jika muncul tanda-tanda ini, segera bawa anak ke rumah sakit. Sebagian besar anak bisa sembuh dengan pengobatan medis bila gejalanya ditemukan sejak dini.

"Masyarakat harus menjaga kesehatan tubuhnya dengan berolahraga. Menjaga daya tahan tubuh adalah salah satu cara untuk melawan Covid-19. Namun agar tetap menjaga protokol kesehatan saat berolahraga," katanya.

Jika merasa olahraga di luar ruangan tidak aman karena banyak kerumunan orang atau wilayah kita sedang merebak wabah penyakit, sebaiknya tetap berolahraga di rumah saja. "Banyak opsi yang kita pilih untuk berolahraga di dalam rumah, misalnya dengan gerakan tanpa alat seperti senam, yoga dan lain-lain," lanjut Aris.

(fnr/pmg)

[Gambas:Video CNN]