CFD Jakarta Dizinkan Lagi, Trek Pejalan dan Pelari Dipisah

CNN Indonesia | Sabtu, 20/06/2020 20:35 WIB
Komunitas Aku Badut Indonesia (ABI) menggelar aksi di Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta (18/11). Mereka melakukan atraksi akrobatik untuk mengumpulkan donasi yang akan di sumbangkan ke penderita kanker. ( CNN Indonesia/ Hesti Rika) Car Free Day di Jakarta. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kegiatan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) di Jakarta bakal kembali dibuka pada Minggu (21/6). Pembukaan kembali CFD ini diiringi dengan sejumlah protokol kesehatan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan selain pengaturan waktu dan penerapan protokol kesehatan yang ketat, pada pelaksanaan CFD besok akan dilakukan pemisahan lajur jalan untuk pesepeda, olahraga lari, dan jalan kaki.

"Kami membuat lajur terpisah agar tidak terjadi kerumunan yang berisiko terjadi penularan Covid-19," ujar Syafrin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/6).


Adapun pemisahan lajur tersebut yakni bagi pesepeda disiapkan tiga lajur paling kanan, olahraga lari disiapkan satu lajur paling kiri, dan trotoar bagi pejalan kaki.

Kemudian, pada segmen jalan yang hanya terdapat tiga lajur, maka dua lajur digunakan untuk jalur pesepeda, satu lajur untuk olahraga lari, dan pejalan kaki diarahkan untuk menggunakan trotoar.

Berikutnya, pada segmen jalan di simpang Flyover Karet, dua lajur sebelah kanan digunakan untuk pesepeda dan satu lajur paling kiri untuk olahraga lari, dan pejalan kaki diarahkan untuk menggunakan trotoar.

Pada segmen Simpang Susun Semanggi, dua lajur sebelah kanan disiapkan untuk pesepeda, bagi olahraga lari, dan pejalan kaki diarahkan melalui kolong Simpang Susun Semanggi.

Lebih lanjut, Syafrin menuturkan sejumlah personel Kepolisian, TNI, Dishub Provinsi DKI Jakarta, dan Satpol PP Provinsi DKI Jakarta akan dikerahkan di sepanjang area CFD untuk memastikan warga tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Kami terus mengimbau agar warga dalam berolahraga tetap menerapkan protokol kesehatan, menjaga jarak fisik, memakai masker, serta menjaga kebersihan. Selain itu, bagi warga yang rentan terpapar Covid-19 (anak-anak di bawah usia 9 tahun, lansia, dan ibu hamil) agar tetap berada di rumah dan menjaga kebugaran di rumah," kata dia.

Sebelumnya, CFD telah dihentikan sejak 11 Maret 2020 untuk menghindari penyebaran virus corona (Covid-19) yang mulai merebak di DKI Jakarta.

(dmi/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK