Pengunjung Puncak Rapid Tes, 32 Reaktif

CNN Indonesia | Minggu, 21/06/2020 12:48 WIB
Sejumlah pengendara kendaraan bermotor melintas di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat, Kamis (4/10). Kementerian Perhubungan, Badan Pengelola Transportasi Jabodetebek (BPTJ), Pemerintah Kabupaten Bogor dan Polres Bogor akan melakukan kajian penerapan pembatasan kendaraan dengan metode ganjil genap yang rencananya akan diterapkan di jalur wisata Puncak Bogor guna mengatasi masalah kemacetan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wsj/18. Sebanyak 32 orang dinyatakan reaktif dalam rapid test di kawasan Puncak, Bogor. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Bandung, CNN Indonesia --

Sebanyak 32 orang pengunjung kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dinyatakan reaktif setelah menjalani rapid test, Sabtu (20/6). 1.106 orang pengunjung menjalani rapid tes secara acak untuk mencegah penyebaran virus corona.

Wakil Ketua Divisi Pelacakan Kontak, Pengujian, dan Manajemen Laboratorium Gugus Tugas Jabar Siska Gerfianti mengatakan, mereka yang reaktif langsung menjalani swab test dengan metode PCR. 

"Pemeriksaan akan dilakukan di Labkesda Jabar untuk mereka yang reaktif di rest area Segar Alam, Masjid Atta'awun, dan Argowisata Gunung Mas," kata Siska, Minggu (21/6).


Untuk mereka yang dinyatakan reaktif dalam rapid tes di Simpang Gadog Ciawi, swab test langsung diperiksa di Mobil PCR dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Siska memastikan, tes masif tersebut mematuhi semua prosedur yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan. Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan juga sudah terjamin.

Siska menjelaskan, kawasan wisata Puncak mulai dipenuhi wisatawan. Kondisi itu dapat memicu sebaran Covid-19 apabila tak ada pengawasan ketat. Maka itu, Gugus Tugas Jabar menggelar operasi gabungan dan tes masif di titik-titik perbatasan. 

"Tes masif digelar sebagai pendeteksian dini, mengingat keinginan masyarakat luar Jabar berwisata di Puncak sulit dibendung. Kita fokus pada pelaku perjalanan dari luar Jawa Barat menuju Jawa Barat. Tujuannya mennyaring pelaku perjalanan yang masuk Jabar," katanya.

Pengetesan masif dilaksanakan selama dua hari, yaitu Sabtu (20/6) dan hari ini, Minggu (21/6) di lima lokasi. Pada hari pertama, tes dilakukan di empat titik, yakni rest area Segar Alam Kabupaten Cianjur, Area Masjid Atta'awun, Argowisata Gunung Mas, dan Simpang Gadog Ciawi. 

Selanjutnya, tes digelar di Taman Wisata Matahari. Gugus Tugas Jabar menyediakan sekitar 2.000 rapid test dan 500 swab test. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor Mike Kaltarina mengatakan, operasi gabungan dan tes masif efektif menyaring pelaku perjalanan yang masuk Jabar, untuk cegah munculnya kasus impor.

Dinkes Kabupaten Bogor menerjunkan sebanyak delapan tenaga kesehatan dalam tes masif di Kawasan Puncak. Mike menyatakan, kolaborasi semua pihak amat krusial dalam penanganan virus corona di Jabar. 

(hyg/sur)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK