Ahli Epidemiologi Sarankan Hewan Kurban Jalani Tes Kesehatan

CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 13:23 WIB
Suasana pemotongan hewan kurban di kawasan kelurahan Palmeriam, kecamatan Matraman, Jakarta, Minggu, 11 Agustus 2019 Pemotongan hewan kurban. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ahli epidemiologi dari Griffith University, Dicky Budiman menyarankan agar Dinas Kesehatan dan Peternakan melakukan tes terhadap hewan yang akan dijadikan kurban pada hari raya Idul Adha 1441 Hijriah. Tes dilakukan untuk menjamin hewan tersebut bebas dari virus corona (Covid-19).

Dicky tak merinci tes jenis apa yang ia sarankan untuk hewan kurban. Namun ia menekankan di sejumlah negara maju tes terhadap hewan ini sudah dilakukan.

"Dinkes dan kesehatan hewan melakukan pemeriksaan hewan yang lolos tes kurban. Untuk negara maju sudah ada rangkaian tes dan screening," ujar Dicky saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (30/6).


Ia mengungkapkan sejarah dan karakter virus corona bisa menjangkiti seluruh hewan mamalia.

Selain itu, hewan mamalia bisa menularkan virus corona meski saat ini belum ditemukan penularan dari hewan domestik ke manusia atau antara hewan domestik.

"Tapi penularan dari manusia ke hewan domestik seperti kucing dan anjing sudah terjadi," ujarnya.

Ia juga menyarankan agar hewan kurban yang akan disembelih berasal dari peternakan hewan dari daerah yang mampu mengendalikan penularan Covid-19.

"Izin perdagangannya hendaknya diatur ketat dinas kesehatan hewan," kata Dicky.

Hal lain yang harus dilakukan adalah edukasi tata cara penyembelihan hewan kurban sesuai protokol kesehatan penyembelihan kurban.

Sebelumnya, Kementerian Agama memutuskan tetap memperbolehkan penyembelihan hewan kurban di masjid maupun Rumah Pemotongan Hewan Ruminansia (RPH-R) saat peringatan Idul Adha 1441 Hijriah Masehi pada 31 Juli 2020 mendatang.

Pemotongan hewan kurban diperbolehkan dengan catatan menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19).

Protokol kesehatan penyembelihan hewan kurban antara lain setiap petugas wajib menjaga jarak, menggunakan alat pelindung diri, hingga melakukan pemeriksaan kesehatan awal.

(jnp/wis)

[Gambas:Video CNN]