Nadiem Bikin 'Guru Penggerak', Jalur Cepat Guru Jadi Kepsek

CNN Indonesia | Jumat, 03/07/2020 16:03 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim memberikan keterangan pada wartawan. Jakarta, Rabu,12 Februari 2020. Mendikbud Nadiem Makarim menyebut para guru yang mengikuti program 'guru penggerak' akan diprioritaskan untuk menjadi pengawas maupun kepala sekolah.(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membuat program pelatihan untuk guru secara nasional bernama 'Guru Penggerak'. Ia menjanjikan karier guru yang mengikuti program tersebut bakal dipermudah dan diprioritaskan menjadi jajaran petinggi di sekolah.

"Jalur karier kepemimpinan untuk jadi kepala sekolah, pengawas sekolah dan pelatih guru akan kami prioritaskan dari grup guru penggerak ini," ungkap Nadiem melalui konferensi video, Jumat (3/7).

Kemendikbud, katanya, bakal memastikan jalur karier peserta program guru penggerak kepada dinas pendidikan dan pemerintah daerah setempat. Ini dilakukan karena menurutnya peserta Guru Penggerak punya potensi dan kualifikasi memimpin instansi pendidikan.


Program guru penggerak sendiri bakal digelar selama 9 bulan. Guru yang boleh mengikuti program ini bakal diseleksi terlebih dahulu berdasarkan kualifikasi mengajar dan daerah masing-masing.

Konsep guru penggerak sendiri artinya guru yang bisa berinovasi dan mau menjadi mentor untuk guru lain. Sehingga Nadiem menekankan sebaiknya para peserta memang punya kesenangan berbagi ilmu dengan guru lain.

"Kita bukan mau semua guru masuk ke program guru penggerak. Hanya yang punya keyakinan ingin berkontribusi di luar kelas. Jadi kalau bukan passion jangan apply," tambah Nadiem.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Iwan Syahril menambahkan terdapat sejumlah kriteria bagi guru yang mau mendaftar guru penggerak. Total peserta secara nasional dibatasi hanya 2.800 orang yang bisa lolos, dengan 50 orang per daerah di seluruh Indonesia.

"Angkatan pertama kita akan lakukan pilot. Jadi kita ingin starts small. Tapi harus ada keterwakilan Indonesia barat, tengah dan timur," ungkapnya.

Ia mengatakan daerah yang sedang melakukan Pilkada tidak bisa mengikuti pelatihan. Ini untuk menghindari polemik politik daerah.

Kemudian selama pandemi Covid-19, guru dari daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) juga belum diperkenankan ikut. Karena sebagian besar pelatihan dilakukan daring.

Daerah-daerah yang kekurangan kepala sekolah bakal diprioritaskan mendapat tempat pada pelatihan ini.

Guru tidak akan berhenti mengajar selama pelatihan. Karena 70 persen pelatihan justru didasarkan dari masalah yang dihadapi guru selama mengajar.

Sedangkan 20 persen lainnya didapat dari umpan balik dan saran sesama guru. Kemudian 10 persen diisi dengan seminar dengan ahli pendidikan dan fasilitator.

Iwan pun menyatakan pelatihan ini dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan guru yang dinilai belum bisa mengajar maksimal. Akibatnya hasil belajar siswa masih mengecewakan.

Berikut rincian jadwal tahapan pelatihan Guru Penggerak:
1. Pendaftaran: 13-22 Juli 2020
2. Seleksi Tahap 1: 23-30 Juli 2020
3. Seleksi Tahap 2: 31 Agustus- 16 September 2020
4. Pengumuman: 19 September 2020
5. Pelatihan: 5 Oktober 2020-31 Agustus 2021

(fey/osc)

[Gambas:Video CNN]