Tangerang Fokus Rapid Test Corona di Pasar Tradisional

CNN Indonesia | Senin, 06/07/2020 11:17 WIB
Petugas memeriksa hasil reagen rapid test COVID-19 di mal Apollo, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (20/5/2020). Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tulungagung melakukan pemeriksaan kesehatan secara acak menggunakan alat rapid tes COVID-19 di empat titik pusat perbelanjaan modern dan tradisional di daerah itu dengan hasilnya dari total 290 orang yang diperiksa empat orang diantaranya dinyatakan reaktif infeksi sehingga harus menjalani karantina atau isolasi mandiri minimal hingga 14 hari ke depan. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/aww. Ilustrasi rapid test. Pemkot Tangerang menyakini rapid test di pusat keramaian seperti pasar tradisional dapat mendetektsi dini penyebaran virus corona.(ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota Tangerang, Banten, melalui Dinas Kesehatan memfokuskan rapid test atau tes cepat virus corona (Covid-19) di pusat keramaian seperti pasar tradisional.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan rapid test di pusat keramaian ini bagian dari upaya memutus penyebaran Covid-19 di masa transisi menuju normal baru.

"Untuk hari ini telah disiapkan alat tes cepat sebanyak 100 buah," ujar Arief R Wismansyah, Senin (6/7) dilansir dari Antara.


"Kami meyakini bahwa pelaksanaan tes cepat yang disebar pada beberapa lokasi tersebut bisa mendeteksi dini jika ada warga yang terpapar Covid-19 kemudian berkunjung ke tempat-tempat keramaian," kata dia.

Arief menambahkan kegiatan tes cepat rutin dilaksanakan setiap minggu di beberapa pusat keramaian.

"Kemarin di Pasar Jati Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk Kota Tangerang. Orang-orang yang mau belanja ke pasar bisa diarahkan untuk mengikuti tes cepat. Jangan lupa pedagangnya juga harus dites cepat," imbuh Wali Kota.

Selain itu, Arief juga telah menginstruksikan kepada camat dan lurah untuk tetap melakukan pengawasan dalam penerapan protokol kesehatan.

Kemudian, kebersihan wilayah juga menjadi hal yang penting dalam mewujudkan kehidupan yang berbasis PHBS.

"Kebersihan pasar harus terus dijaga dan para pedagang harus menggunakan masker serta menjaga jarak dengan pembeli,".

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tangerang terkait data pasien yang dinyatakan sembuh dari COVID-19, hingga 5 Juli 2020 tercatat 387 orang. Jumlah tersebut meningkat sejak awal bulan Juli yang tercatat ada 373 orang.

(Antara/osc)

[Gambas:Video CNN]