BPKH Minta Calon Haji Batal Berangkat Diberi Insentif

CNN Indonesia | Senin, 06/07/2020 23:25 WIB
Mantan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Anggito Abimanyu menunggu panggilan di lobi Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (26/1). Anggito kembali diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama Tahun 2012-2013 dengan tersangka Suryadharma Ali. ANTARA FOTO/Fanny Octavianus/Asf/pd/15. Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu. (Fanny Octavianus)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu, mengusulkan agar calon jemaah haji yang gagal berangkat tahun ini akibat pembatalan diberi insentif dan kompensasi.

Uang insentif itu akan dikirimkan ke rekening rekening virtual (virtual account) yang dimiliki oleh setiap calon jemaah.


"Untuk virtual account kami mengusulkan tambahan, tambahan apa untuk jadi insentif dan kompensasi jamaah haji yang tidak berangkat," kata Anggito saat menggelar rapat dengan DPR RI, Jakarta, Senin (6/7).

Dana tambahan insentif ini memang akan diberikan dalam rekening virtual yang dimiliki tiap-tiap calon jemaah haji. Misalnya yang sebelumnya Rp1,1 triliun atau 13 persen dari nilai manfaat maka akan berubah menjadi Rp2 triliun.

"Atau 28 persen nilai manfaat sebagai bentuk kompensasi jamaah tunggu. Jadi bagus juga untuk berita bahwa DPR mendukung menyetujui tambahan nilai manfaat yang akan tersimpan dan tahun depan untuk jamaah haji yang lebih besar," kata Anggito.


Anggito menjelaskan, tujuan dari kompensasi insentif bagi para calon jemaah yang batal berangkat ini agar para jemaah mendapat tambahan dana sehingga uang tersebut juga bisa digunakan untuk berangkat di kemudian hari.

"Itu bisa dipakai dia berangkat bisa sebagai uang saku atau faktor pengurang dari BPIH," kata dia.

Lagi pula terkait kompensasi ini aturan dan ketentuan itu juga sudah tertuang di pasal 16 Undang-undang Nomor 4 tentang pengeluaran barang manfaat BPIH khusus dilakukan BPK secara berkala ke rekening virtual jamaah haji.


[Gambas:Video CNN]

Meski begitu kata dia besaran nilai yang bisa diterima para calon jemaah yang batal berangkat ini berbeda. Hal ini ditentukan berdasarkan nilai manfaat yang dikeluarkan oleh mereka.

"Kedua besaran pengeluaran itu ditentukan berdasarkan persentase nilai manfaat keinginan haji," ujar dia.

(tst/ayp)