Kemenhan Respons Jokowi: Belanja Dalam Negeri Sudah 85 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 04:00 WIB
Pengunjung mencoba salah satu senjata buatan Pindad yang dipamerkan dalam Indo Security 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Rabu. 12 juli 2017. Pameran yang akan berlangsung hingga tanggal 14 Juli 2017 tersebut menampilkan beragam produk senjata api hingga pengamanan. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono. Ilustrasi produk senjata dalam negeri buatan PT Pindad (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan85 persen anggaran dibelanjakan di dalam negeri. Dahnil merespon Presiden Joko Widodo yang meminta agar Kemenhan memprioritaskan produk lokal demi menggenjot serapan anggaran.

"Kalau bicara belanja Kemhan secara agregat maka 85 persen dibelanjakan di dalam negeri," kata Dahnil melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (9/7).

Dahnil mengatakan Menhan Prabowo Subianto selama ini senantiasa mengikuti segala instruksi Jokowi. Salah satunya terkait belanja peralatan Kemhan di dalam negeri.


Dari total Rp117 triliun anggaran Kemhan di 2020, lanjutnya, hampir 55 persennya dibelanjakan untuk prajurit TNI dan ASN Kemhan.

"Nah 20 persennya lagi untuk operasional, perawatan alutsista, selain itu sekarang juga sedang fokus back-up penanganan Covid-19," kata Dahnil.

Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak memberi ketarangan kepada mesia di kediaman Prabowo, Jakarta, 22 Mei 2019 Juru bicara Kemenhan Dahnil Anzar mengatakan 85 persen anggaran Kemenhan dibelanjakan produk dalam negeri (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Dahnil juga menjelaskan belanja alat utama sistem persenjataan (alutsista) diprioritaskan dari produk lokal. Namun jika ada alat yang tak tersedia di Indonesia, maka opsi kedua adalah melakukan join production dengan negara lain.

"Nah bila tidak tersedia dari dalam negeri kita pakai skema join production supaya ada upaya alih teknologi, baru sisanya bila mendesak dan harus segera dan tidak ada substitusinya tentu kita beli dari negara produsen alutsista di Luar negeri," kata Dahnil.

Sebelumnya, Jokowi meminta agar Prabowo memprioritaskan produk lokal dalam menggenjot penyerapan anggaran di kementeriannya. Salah satunya dengan membeli produk peralatan tempur yang diproduksi oleh BUMN seperti PT Pindad (Persero).

Jokowi menegaskan bahwa belanja pemerintah menjadi penggerak utama bagi perekonomian di tengah pandemi virus corona saat ini. Karena itu, ia meminta kepada jajaran menteri dengan anggaran besar untuk mempercepat proses penyerapan anggaran.

"Di Kemenhan, bisa saja beli di Dirgantara Indonesia (DI), beli di Pindad, beli di PAL, yang bayar di sini ya yang cash, cash, cash APBN. Beli produk dalam negeri, saya kira Pak Menhan (Prabowo) juga lebih tahu mengenai ini," ucap Jokowi dalam keterangan resmi.

(tst/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]