PDIP Respons Status Lampu Merah dari Jokowi Terkait Corona

CNN Indonesia | Minggu, 12/07/2020 05:11 WIB
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto saat di acara pengumuman pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah Gelombang I di DPP PDI Perjuangan. Jakarta. Rabu (19/2/2020). CNN Indonesia/Andry Novelino Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berharap penanganan Covid-19 oleh pemerintah tidak dipolitisasi dan dianggap sebagai bentuk pencitraan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto berharap penanganan Covid-19 oleh pemerintah saat ini tidak dipolitisasi dan dinilai sebagai bentuk pencitraan.

Pernyataan Hasto merespons status 'lampu merah' yang diberikan Presiden Joko Widodo usai kasus Covid-19 di Indonesia pada Kamis (9/7) lalu, kembali menunjukkan tren kenaikan siginifikan sebanyak 2.657 kasus.

"Kita harap tak ada pihak yang mempolitisir persoalan Covid ini demi kepentingan pencitraan. Karena yang paling penting adalah bagaimana semua menjaga disiplin agar protokol pencegahan Covid dapat dijalankan dengan baik," kata Hasto di sela-sela Rakor Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPP PDIP, Sabtu (11/7).


Hasto mengaku mendukung peringatan Jokowi terkait meningkatnya kasus positif Covid-19. Ia menyebut ini sebagai momentum untuk meningkatkan kedisiplinan warga untuk mencegah potensi penyebaran pandemi.

Hasto mengakui saat ini banyak warga yang tak lagi mematuhi dan mengabaikan himbauan pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan. Menurut dia, peringatan Jokowi terkait kenaikan kasus positif beberapa waktu lalu mestinya juga tidak dianggap enteng.

Ia pun meminta semua pihak untuk lebih belajar soal kedisiplinan, baik dengan disiplin mengikuti aturan, disiplin dalam pikiran, maupun dalam sikap.

"Bahkan tadi saya juga berpidato memakai masker, ternyata juga bisa. Sehingga, imbauan dari kepala negara tersebut harus dijabarkan oleh seluruh jajaran pemerintahan negara, baik pusat dan daerah," kata Hasto.

Presiden Joko Widodo menuju Kalimantan Tengah meninjau Food Estate dan posko covid-19, Kamis (9/7)Presiden Joko Widodo menuju Kalimantan Tengah meninjau Food Estate dan posko Covid-19, Kamis (9/7). (Laily Rachev - Biro Setpres)

Sementara itu, dalam Rakor Baguna PDIP hari ini, Hasto mengatakan pihaknya telah menerapkan sejumlah protokol terhadap anggota selama rapat. Semua peserta rakor, kata Hasto, harus lebih dulu jalani rapid test, diwajibkan melewati booth temperatur tubuh, memakai masker, hingga diwajibkan memegang hand sanitizer di tangan masing-masing.

Selain itu, Hasto juga meminta semua kader partai di daerah, mulai dari kepala daerah, seluruh struktur partai, dan seluruh anggota legislatifnya, untuk dapat menjadi contoh bagi masyarakat. Ia juga telah mewajibkan para kader yang duduk sebagai kepala daerah untuk melaporkan perkembangan kasus setiap hari.

Jokowi sebelumnya telah memberi peringatan 'lampu merah' usai kasus positif Covid-19 di Indonesia mencatatkan rekor harian terbanyak dengan 2.657 kasus. Tambahan kasus positif baru pada hari ini itu menjadi yang tertinggi sejak pengumuman kasus pada 2 Maret 2020.

Jokowi mengatakan penyebaran virus corona di seluruh wilayah di Indonesia sangat tergantung kepada penanganan masing-masing daerah. Oleh karena itu, ia meminta tiap pemerintah daerah menerapkan manajemen krisis dengan baik.

"Perlu saya ingatkan sudah lampu merah lagi, hari ini secara nasional kasus positif tinggi sekali hari ini, 2.657," kata Jokowi saat memberikan arahan di Posko Penanganan Covid-19, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7).

(thr/pmg)

[Gambas:Video CNN]