Tahun Ajaran Baru saat Pandemi, Protokol Kesehatan Diterapkan

CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 16:42 WIB
Situasi sekolah Victory Plus Bekasi, Jawa Barat yang menggelar kegiatan pembelajaran secara tatap muka saat tahun ajaran baru, Senin (12/7). Sekolah Victory Plus, Kemang Pratama, Kota Bekasi mulai memberlakukan tatap muka di masa pandemi. (CNN Indonesia/ Michael Josua)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penerapan pembelajaran secara tatap muka langsung di sekolah sudah digelar di beberapa sekolah di DKI Jakarta dan Kota Bekasi. Selain menerapkan protokol kesehatan standar, sekolah juga membatasi siswa yang ikut belajar di kelas.

Madrasah Aliyah (MA) Annajah, di Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, misalnya. Kondisi sekolah terpantau belum ramai seperti hari pertama masuk sekolah pada umumnya.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan MA Annajah, Muhammad Ikhlas, mengatakan bahwa pertemuan tatap muka hanya dilakukan antara tenaga pengajar dan siswa baru yang duduk di kelas 10. Menurutnya, pertemuan tatap muka hanya digelar hari ini saja untuk melakukan perkenalan.


"Tatap muka cuma hari ini saja, itu pun kelas 10 karena kita belum pernah ketemu. Mereka daftar online, kemudian tes online, dan pengumuman tes online sampai mereka diterima di MA Annajah mereka belum tahu MA Annajah seperti apa, gurunya siapa, kepala sekolah siapa," ucap Ikhlas kepada CNNIndonesia.com saat ditemui di MA Annajah, Senin (13/7).

Pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan terkait pencegahan penyebaran pandemi Covid-19. Contohnya, 75 siswa yang hadir wajib berbaris dengan menjaga jarak, membersihkan tangan, dan menggunakan masker sebelum memasuki ruang kelas.

Sekolah pun membagi 75 orang siswa itu ke dalam lima ruang kelas, di mana setiap kelas hanya diisi oleh 15 siswa.

Infografis Daftar 92 Zona Hijau Corona Sekolah Boleh BukaFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi

"Kami siapkan sembilan kelas, karena hanya kelas 10 saja. Satu kelas 15 orang, berjarak, karena kelas kami kelas besar [muat] isi 40 [tapi] kami isi 15 saja, ini terisi lima kelas," tuturnya.

Selanjutnya, kata dia, siswa diberikan sejumlah buku dan seragam untuk dibawa pulang dan dikenakan saat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diselenggarakan Selasa (14/7) serta Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dimulai pada Rabu (15/7).

Ikhlas melanjutkan kegiatan tatap muka pada hari ini harus dilakukan oleh pihaknya agar siswa baru bisa mengikuti PJJ yang diperkirakan berlangsung hingga Januari 2021.

"Ini mau tidak mau harus bertatap muka karena mereka belum tahu bagaimana sistem PJJ, karena nanti kurang lebih sampai Januari kami tetap PJJ. Ini momen kami menginstruksikan [dan] memberikan penguatan teknis pembelajaran PJJ," ucapnya.

Terpisah, Sekolah Victory Plus, Kemang Pratama, Kota Bekasi, Jawa Barat, juga menerapkan pembelajaran tatap muka secara terbatas di kelas.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, sejak pagi terlihat sejumlah siswa berseragam berdatangan ke wilayah sekolah. Usia anak yang mendatangi sekolah pun beragam, mulai dari kisaran Sekolah Dasar, hingga Sekolah Menengah Pertama. Penjagaan di sekitar sekolah pun ketat dilakukan oleh pihak keamanan.

Sejumlah orang tua diminta untuk menunggu kepulangan anaknya dari kelas di lobi masuk depan menuju wilayah sekolah.

"Saya sedang menunggu anak kelas 7, hari pertama dia masuk tadi," kata salah seorang orang tua murid, Lukita, kepada CNNIndonesia.com di lokasi, Senin (13/7).

Situasi sekolah Victory Plus Bekasi, Jawa Barat yang menggelar kegiatan pembelajaran secara tatap muka saat tahun ajaran baru, Senin (12/7).Situasi sekolah Victory Plus Bekasi, Jawa Barat yang menggelar kegiatan pembelajaran secara tatap muka saat tahun ajaran baru, Senin (12/7). (Foto: CNN Indonesia/ Michael Josua)

Menurut Lukita, pihak sekolah memperkenankan siswa belajar secara tatap muka apabila sudah mendapat izin dari orang tua. Selain itu, mereka wajib melakukan rapid test yang telah difasililtasi oleh pihak sekolah.

Di dalam kelas pun, hanya ada sekitar 5-6 orang yang belajar secara langsung. Selain itu, jarak setiap meja pun longgar dan pihak pengelola sekolah menempatkan pembatas bening di sekitar meja.

"Tadi sempat lihat ke dalam sebentar sih sepertinya aman," lanjut dia.

"Kemarin juga sudah di-rapid, kan ada difasilitasi sekolah sebelum belajar on site (tatap muka) tapi kebetulan waktu itu kami enggak bisa," ujar dia memperlihatkan hasil rapid test anaknya.

Sebagai informasi, Pemkot Bekasi memperbolehkan aktivitas tatap muka di sekolah kembali berlangsung dengan alasan angka penularan Covid-19 di Kota Bekasi sudah di bawah satu. Bahkan Kota Bekasi juga diklaim sebagai zona hijau.

Setidaknya, ada empat sekolah yang menjadi percontohan dalam penerapan protokol kesehatan ini untuk menggelar kegiatan tatap muka, yakni Sekolah Victory Plus, Al-Azhar, SD Jakasampurna 6 dan SDN 02 Pekayon.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memproyeksi setidaknya 94 persen siswa di Indonesia masih melakukan PJJ di tahun ajaran baru. Daerah yang boleh membuka sekolah hanya yang berada di zona hijau dan memenuhi sejumlah syarat.

(mjo/mts/arh)

[Gambas:Video CNN]